
Surabaya – Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya terkait bau menyengat yang diduga berasal dari PT Central Proteina Prima.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal AMI, Aziz, SH, menegaskan bahwa masyarakat sekitar telah mengalami dampak kesehatan akibat paparan bau tersebut.
“Kami menerima banyak keluhan dari warga yang mengalami gangguan penciuman. Mereka tidak bisa lagi membedakan antara bau harum dan bau busuk. Ini jelas bukan masalah sepele, dan kami mendesak Dinas Kesehatan untuk segera mengambil tindakan,” ujar Aziz.
Menurut Aziz, permasalahan ini sudah berlangsung lama, tetapi hingga kini belum ada solusi konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini agar masyarakat mendapatkan kepastian mengenai dampak kesehatan yang mereka alami.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Prima, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah untuk menyelidiki permasalahan ini.
- Start Baris Kedua, Veda Ega Pratama Beri Kode Keras Untuk Podium Moto3 Le Mans
- Pinrang Patut Dicontoh, Tanam Sendiri dan Tidak Mau Bergantung Pasok dari Luar untuk Kebutuhan MBG
- Veda Ega “Slipstream” ke Baris Depan, Start Keenam di Le Mans Buka Asa Podium Moto3 Prancis 2026
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Kami akan melakukan skrining kesehatan terhadap para pekerja untuk mengetahui dampak bau ini terhadap kesehatan mereka. Selain itu, kami juga akan meminta
Ia menegaskan bahwa Dinas Kesehatan akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan bahwa perusahaan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan kerja.
Aziz berharap langkah yang diambil pemerintah benar-benar memberikan solusi bagi warga. “Kami tidak ingin ini hanya menjadi wacana. Masyarakat butuh kepastian dan tindakan nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan akan melaporkan hasil skrining serta evaluasi kepada pihak terkait. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya tidak akan ragu untuk merekomendasikan tindakan lebih lanjut terhadap perusahaan.
- Start Baris Kedua, Veda Ega Pratama Beri Kode Keras Untuk Podium Moto3 Le Mans
- Pinrang Patut Dicontoh, Tanam Sendiri dan Tidak Mau Bergantung Pasok dari Luar untuk Kebutuhan MBG
- Veda Ega “Slipstream” ke Baris Depan, Start Keenam di Le Mans Buka Asa Podium Moto3 Prancis 2026
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Masyarakat sekitar berharap agar permasalahan ini segera terselesaikan, mengingat bau yang ditimbulkan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius.
(Redho)








Tinggalkan Balasan