Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6416 Lihat semua

FAKTA1.COM,UNAAHA— Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara terkait adanya pemberitaan siswa sekolah dasar negeri 1 Unaaha, diduga menkonsumsi telur tak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 unaaha Jum’at (14/32025)

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyatakan hari ini saya telah memastikan kebenaran informasi tersebut. “Alhamdulillah, pagi tadi kami mengunjungi langsung SD Negeri 1 Unaaha. Kami bertemu dengan siswa, kepala sekolah, dan para guru,” ungkap Nopri Al Ikmansyah

Jaringan Media
Ikuti juga perkembangan berita nasional, hukum, politik, dan dinamika daerah di Katasulsel.com, portal berita yang menyajikan laporan aktual dan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Meski demikian, Kepala SPPG meminta klarifikasi dari pihak sekolah terkait kabar adanya telur tak layak konsumsi.

“Kami meminta informasi langsung tentang kejadian sebenarnya. Pihak sekolah menjelaskan bahwa tidak ada telur busuk. Namun, ada seorang siswa yang Kebetulan mendapatkan telur sedikit bersama kehitaman,,” jelasnya.

Siswa tersebut, lanjut Nopri Al Ikmansyah , juga mengaku tidak memiliki riwayat alergi terhadap telur. “Jadi, ini bukan masalah pada penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” tegasnya

Jaringan Media
Ikuti juga perkembangan berita nasional, hukum, politik, dan dinamika daerah di Katasulsel.com, portal berita yang menyajikan laporan aktual dan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ia menyayangkan tindakan salah seorang masyarakat yang langsung memposting di sosial media (Sosmed) Facebook miliknya, dan kemudian melibatkan media sebelum adanya pemeriksaan dari Dinas Kesehatan.

“Seharusnya, masalah seperti ini dilaporkan terlebih dahulu ke pihak Dinas Kesehatan dan Badan Gizi untuk diperiksa dan dievaluasi, bukan langsung dipublikasikan hingga memicu kehebohan,” tegasnya.

Nopri Al Ikmansyah menambahkan bahwa program MBG ini terus dievaluasi oleh Badan Gizi dan Dinas Kesehatan. Sebagai salah satu kabupaten yang dipilih untuk pelaksanaan awal program MBG, Konawe patut bersyukur karena anggarannya masih dibiayai oleh APBN, bukan APBD.

“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak sekolah di Kabupaten Konawe,” pungkasnya.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.