Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7108 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam memajukan sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi daerah.

Dalam kunjungannya di Kelurahan Majjeling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (9/5/2026), Bupati menegaskan bahwa kunci utama melahirkan Petani Modern adalah keberanian mengadopsi teknologi perlindungan tanaman dan percepatan mekanisasi.

Kehadiran Bupati dalam peluncuran herbisida Pirazo produksi PT Excel Meg Indo tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan petani Sidrap tetap menjadi yang terdepan di Sulawesi Selatan.

Sinergi Empat Pilar Pertanian
Di hadapan ratusan petani dan penyuluh, Syaharuddin memaparkan visi besarnya tentang kolaborasi empat unsur kunci untuk mendongkrak produktivitas:

  • Pengalaman otentik para petani di lapangan.
  • Ilmu pengetahuan dari para penyuluh.
  • Dukungan kebijakan pemerintah daerah.
  • Inovasi teknologi dari sektor industri.

“Hari ini kita mempraktikkan sekaligus meluncurkan produk Pirazo. Jika ada teknologi baru seperti ini, maka petani harus terbuka untuk mendengarkan dan mempraktikkannya. Ini adalah solusi efisiensi tenaga dan waktu,” tegas Syaharuddin.

Target Ambisius: 10 Ton Per Hektare
Bukan sekadar bicara teori, Bupati Syaharuddin langsung turun ke sawah mengoperasikan Rice Transplanter (mesin tanam padi). Ia mendorong petani meninggalkan metode tradisional dan beralih ke mekanisasi penuh.

Menurutnya, kombinasi antara penggunaan herbisida pratumbuh yang tepat—seperti Pirazo yang mampu mengendalikan gulma

endemik—dengan mesin tanam modern, akan memberikan hasil yang signifikan.

“Dengan teknologi ini, nutrisi pupuk akan terserap maksimal oleh tanaman, bukan gulma. Saya optimis, jika pola ini diikuti, produktivitas lahan di Sidrap mampu menembus target 10 ton ke atas per hektare,” ujarnya dengan nada optimis.

Kawal Kesejahteraan Petani
Selain fokus pada teknis budidaya, Bupati juga menaruh perhatian besar pada aspek ekonomi. Ia menyambut baik tren harga gabah saat ini yang menyentuh angka Rp7.300 per kilogram. Bagi Syaharuddin, tingginya produktivitas yang dibarengi harga jual yang layak adalah rumus mutlak kesejahteraan masyarakat Sidrap.

Perwakilan PT Excel Meg Indo, Ode Khalik, mengakui kepedulian Bupati terhadap inovasi pertanian. Ia menyatakan kesiapannya untuk mendampingi program Bupati dalam memberikan edukasi teknologi kepada petani agar hasil panen di Sidrap tetap maksimal.

Dukungan Penuh Pejabat Daerah
Aksi nyata Bupati ini turut didampingi oleh jajaran pejabat strategis, di antaranya:

  • Ibrahim (Kadis TPHPKP/Pertanian)
  • Fajrin Salman (Kadisdagrin)
  • Firman (Camat Maritengngae)
  • Serta jajaran Kapolsek dan Ketua KTNA Sidrap, Abdul Samad.

Melalui kepemimpinan Syaharuddin Alrif, Kabupaten Sidrap kini semakin memantapkan posisinya sebagai lumbung pangan yang modern, efektif, dan berbasis teknologi. (***)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.