
FAKTA1.COM, SIDRAP — Seorang karyawan warung makan Itik Palekko Gasebo di Sidrap meninggal dunia akibat tersengat listrik saat bekerja.
Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu (pukul 11.00 WITA) di Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Korban diketahui bernama Marlan (22), warga asal Londong, Desa Peburru, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.
Menurut keterangan saksi, Sarida (46), yang juga merupakan karyawan di warung tersebut, insiden bermula saat mereka mencoba memperbaiki mesin perontok bulu itik yang rusak.
- Monitoring dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026, Rutan Sidrap Raih Terbaik I Pengelolaan BMN dan Umum
- Sebelum Pergi, Aminuddin Titipkan Kata Maaf untuk Anaknya, Warga Sidrap Ini Tutup Usia Usai Operasi
- Sidrap ‘Menangis’, Aminuddin Meninggal 14 Jam Usai Jalani Amputasi Kaki Kanan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Saat proses uji coba, tiba-tiba mesin menyetrum korban hingga tak sadarkan diri.
Sarida yang panik langsung mencabut colokan listrik dan membawa Marlan ke Puskesmas Lawawoi, namun nyawa korban tak dapat diselamatkan.
Diduga kuat, kejadian ini dipicu oleh kondisi peralatan
Selain itu, kurangnya pengawasan dari pihak pemilik warung menjadi sorotan, mengingat alat yang digunakan sehari-hari berisiko tinggi namun minim kontrol dan perawatan.
- Monitoring dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026, Rutan Sidrap Raih Terbaik I Pengelolaan BMN dan Umum
- Sebelum Pergi, Aminuddin Titipkan Kata Maaf untuk Anaknya, Warga Sidrap Ini Tutup Usia Usai Operasi
- Sidrap ‘Menangis’, Aminuddin Meninggal 14 Jam Usai Jalani Amputasi Kaki Kanan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Kapolsek Watang Pulu, IPTU Ahmad Baharuddin Tangko, membenarkan kejadian ini dan mengatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi, mengumpulkan keterangan saksi serta berkoordinasi dengan Polres Sidrap.
Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Polman atas permintaan keluarga, didampingi pemilik warung, Hafid.
Pihak keluarga menerima insiden ini sebagai musibah, dan pemilik warung disebut telah memberikan bantuan serta santunan. (Fers)








Tinggalkan Balasan