
KONAWE, FAKTA1.COM – Setelah menempuh perjalanan panjang menembus kawasan pedalaman, seluruh peserta Ekspedisi Latoma–Routa akhirnya tiba di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Konawe. Sebanyak 27 orang yang tergabung dalam tim ekspedisi tersebut berhasil menyelesaikan perjalanan bertajuk “Menembus Batas, Jelajah Alam, Jaga Kelestarian Konawe.”
Kedatangan rombongan menjadi momentum penuh kebanggaan atas keberhasilan tim menuntaskan ekspedisi yang tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga membuka tabir kekayaan alam, sejarah, dan kebudayaan Kabupaten Konawe.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si., selaku Ketua Tim Ekspedisi Latoma–Routa, terlebih dahulu menyampaikan laporan perjalanan sekaligus memaparkan sejumlah temuan penting selama ekspedisi berlangsung.
Dalam laporannya, Syamsul Ibrahim mengungkapkan bahwa salah satu temuan yang menarik perhatian tim adalah keberadaan makam yang diduga memiliki keterkaitan dengan sejarah dan peradaban masyarakat setempat.
Makam tersebut dikenal dengan nama Tu’olako Mokole Mepati Tawe Hiuka. Temuan ini dinilai penting untuk ditelusuri lebih jauh guna mengetahui latar belakang sejarah, identitas, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Selain makam tersebut, tim ekspedisi juga menemukan sejumlah potensi alam berupa danau dan gua yang selama ini belum banyak diketahui dan belum teridentifikasi secara menyeluruh.
Temuan-temuan itu memperlihatkan bahwa perjalanan Latoma–Routa bukan sekadar kegiatan penelusuran jalur atau pembukaan akses wilayah, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menggali kekayaan sejarah dan potensi wisata alam Konawe.





Tinggalkan Balasan