Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., dalam penyampaiannya mengapresiasi hasil ekspedisi tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan itu memiliki nilai lebih karena turut membuka peluang pengungkapan sejarah dan kebudayaan daerah.

“Ekspedisi ini bukan hanya mencari jalur jalan, tetapi juga merupakan ekspedisi kebudayaan. Seandainya kemarin teman-teman dari tim arkeologi turut dilibatkan, tentu akan sangat membantu karena data-data ini sangat penting. Data terkait sejarah dan peradaban kita nantinya bisa menjadi bahan tulisan dan dokumentasi bagi generasi mendatang,” ungkap Yusran Akbar.

Ia juga menyoroti temuan makam, danau, dan gua yang dilaporkan tim ekspedisi. Menurutnya, berbagai temuan tersebut perlu mendapatkan perhatian dan penelusuran lebih lanjut agar nilai sejarah maupun potensi alamnya dapat diketahui secara lebih mendalam.

Bupati berharap hasil ekspedisi ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan kajian dan dokumentasi sejarah daerah.

Lebih jauh, seluruh data dan hasil penelusuran diharapkan menjadi landasan awal dalam perencanaan pembangunan akses jalan Latoma–Routa. Pembangunan infrastruktur nantinya tidak hanya memperhatikan aspek konektivitas antarwilayah, tetapi juga mempertimbangkan nilai sejarah, kebudayaan, serta kelestarian lingkungan.

Untuk mendukung langkah tersebut, diperlukan identifikasi dan pemetaan lanjutan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk Dinas Kehutanan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Keterlibatan tenaga ahli, khususnya di bidang arkeologi dan sejarah, juga dinilai penting untuk mengkaji lebih jauh temuan makam serta jejak peradaban yang ditemukan selama perjalanan.