KONAWE, FAKTA1.COM – Empat belas malam, tiga belas hari perjalanan. Sebanyak 20 petualang menembus belantara Latoma–Routa, menyusuri medan ekstrem, menghadapi berbagai keterbatasan, hingga melewati pengalaman yang sulit dilupakan di kawasan pedalaman Konawe, Sulawesi Tenggara. Minggu, 8 November 2026.

Perjalanan ini bukan sekadar ekspedisi untuk menaklukkan medan, melainkan sebuah misi menelusuri jejak sejarah, mengungkap peninggalan peradaban masa lalu, serta mengenali potensi alam yang selama ini tersembunyi di balik lebatnya hutan dan luasnya bentangan wilayah pedalaman.

Namun, di balik misi besar tersebut, tersimpan kisah perjalanan yang jauh dari kata biasa. Mulai dari pengalaman menegangkan, kejadian misterius, perjuangan menghadapi medan ekstrem, hingga titik ketika semangat para petualang nyaris runtuh.

Ketua Rombongan Ekspedisi, Eddy Sulfriadi Lamambo, S.Kom., M.M., menuturkan bahwa perjalanan selama 13 malam dan 14 hari itu menyimpan begitu banyak pengalaman yang sulit dilupakan.

Menurut Eddy, hari pertama perjalanan masih berlangsung seperti biasa. Namun, memasuki hari kedua, suasana mulai berubah. Berbagai pengalaman yang dianggap mistis mulai dirasakan oleh rombongan.

Ia menceritakan, saat malam tiba, terdengar suara seseorang sedang batuk, suara orang memanggil, hingga percakapan seperti ada seseorang yang sedang berbicara. Anehnya, ketika sumber suara diperiksa, tidak ditemukan siapa pun di sekitar lokasi.