
FAKTA1.COM– Pemerintah Kabupaten Sidrap mendorong penyelesaian permasalahan lahan di Kecamatan Pitu Riase secara komunikatif dan sesuai regulasi sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat menerima perwakilan masyarakat Pitu Riase di ruang kerja Bupati Sidrap, Rabu (17/12/2025) lalu.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti aspirasi warga serta menjaga situasi daerah tetap kondusif.
- Bioskop Baru Hadir di Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif: Terima Kasih Menghadirkan Yang Sudah Dinanti Lama Dinantikan Warga
- Kenal di Medsos, Janji Bertemu di Hotel Soppeng Berujung 9 Remaja Ditangkap
- Pemuda 28 Tahun Tewas Ditikam di Indekos Dekat Pasar Terong Makassar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Turut hadir di kesempatan itu, Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Sidrap Taufik, Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali, para kepala desa wilayah terdampak, serta unsur terkait lainnya.
Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan secara komprehensif dan terukur.
Dalam pertemuan, perwakilan warga memaparkan kondisi lapangan serta riwayat penguasaan lahan yang diklaim oleh PT Berdikari United Livestock (PT Bully).
Warga menyebut lahan tersebut merupakan tanah
Pemerintah daerah menerima seluruh informasi tersebut sebagai bahan pendalaman dan kajian lebih lanjut.
Bupati Syaharuddin Alrif menyatakan pemerintah kabupaten hadir untuk memastikan penyelesaian permasalahan lahan dilakukan secara komunikatif dan sesuai regulasi yang berlaku.
- Bioskop Baru Hadir di Sidrap, Bupati Syaharuddin Alrif: Terima Kasih Menghadirkan Yang Sudah Dinanti Lama Dinantikan Warga
- Kenal di Medsos, Janji Bertemu di Hotel Soppeng Berujung 9 Remaja Ditangkap
- Pemuda 28 Tahun Tewas Ditikam di Indekos Dekat Pasar Terong Makassar
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Pendekatan ini penting agar semua pihak dapat menyampaikan aspirasi, sementara pemerintah dapat memberikan arahan dan memastikan langkah yang diambil tetap berlandaskan aturan yang ada,” ujar Bupati Syaharuddin Alrif.
Ia juga berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mempercayakan proses penyelesaian kepada mekanisme yang ada, sehingga stabilitas daerah tetap terjaga dan kepastian hukum dapat diwujudkan secara berkeadilan.(red)








Tinggalkan Balasan