Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6667 Lihat semua

FAKTA1.COM, SIDRAP– Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menerima audiensi Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas 1 Makassar, Rustan Massinai, beserta tim di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jalan Daeng Lanto Pasewang, Selasa (31/3/2026).

Pertemuan strategis tersebut membahas percepatan program pertanian modern dan penguatan infrastruktur irigasi guna mendukung swasembada pangan nasional.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi, Inspektur Kabupaten Mustari Kadir, Kadis PSDA Andi Safari Renata, serta Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Ibrahim.

Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan, Kabupaten Sidrap berada di garis terdepan dalam mendukung visi swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden dan Menteri Pertanian.

“Kami sangat serius menyokong program swasembada pangan. Hasil panen Sidrap pada tahun 2024 mencapai 440.000 ton dengan nilai Rp2,5 triliun. Setelah dilakukan optimalisasi, angka tersebut melonjak signifikan menjadi 667.000 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp4,6 triliun,” papar Syaharuddin.

Ia menambahkan, dengan dukungan modal dan bantuan dari kementerian, Sidrap mampu memberikan kontribusi balik yang jauh lebih besar bagi kedaulatan pangan nasional.

Melalui program pertanian modern seperti Indeks Pertanaman (IP) 300, optimasi lahan non-rawa, serta program listrik masuk sawah, Pemkab Sidrap mematok target ambisius

pada tahun ini.

“Kami menargetkan produksi pertanian di Sidrap mencapai 1 juta ton pada tahun 2026. Fokus kami adalah memaksimalkan fungsi PSDA untuk meningkatkan produktivitas dari yang sebelumnya 5–6 ton per hektare menjadi 8–13 ton per hektare,” tegasnya.

Kepala BPLIP Kelas 1 Makassar, Rustan Massinai, mengapresiasi transformasi pertanian di Sidrap. Menurutnya, dukungan infrastruktur seperti perbaikan pupuk, irigasi, dan alsintan telah mengubah wajah pertanian Sidrap menjadi lebih modern.

“Dukungan pada tahun 2025 telah membuat Sidrap bertransformasi ke pola tanam, panen, hingga hilirisasi modern. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi Sidrap menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan,” ungkap Rustan.

Ia juga memaparkan sejumlah target teknis untuk Sulawesi Selatan, termasuk pembangunan 45 unit irigasi tersier, 60 unit irigasi perpompaan (irpom), serta optimasi lahan rawa dan non-rawa guna memastikan ketersediaan air bagi petani.

Pertemuan ditutup dengan harapan agar program cetak sawah segera terealisasi sepenuhnya. Pihak BPLIP juga berkomitmen untuk memberdayakan pengusaha lokal dalam pengerjaan proyek fisik di lapangan agar sesuai dengan kondisi geografis dan medan di Kabupaten Sidrap.(***)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.