Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7543 Lihat semua

MAKASSAR, FAKTA1.COM – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe membangun kemandirian pangan terus bergerak. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka peluang kerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI), perusahaan agribisnis dan perunggasan terbesar di Indonesia.

Untuk membahas peluang tersebut, Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST memimpin langsung rombongan yang terdiri dari sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan kunjungan kerja ke kantor PT Charoen Pokphand Indonesia di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sabtu (11/7/2026). Rombongan diterima oleh Regional Head Eastern Indonesia 1 (EI 1) Ir. Hadi Widajad, S.Pt., IPU., ASEAN Eng bersama General Manager Human Capital Personal General Affair Indonesia Timur, Baso Alim Bahri.

Melalui pertemuan tersebut, Bupati Yusran memaparkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Konawe. Dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa yang tersebar di 28 kecamatan, Konawe dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian terbesar di Sulawesi Tenggara.

Ia menjelaskan, sektor pertanian Konawe didukung oleh infrastruktur irigasi yang memadai, seperti Bendung Wawotobi yang mengairi sekitar 18 ribu hektare sawah serta Bendungan Ameroro yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2024 untuk meningkatkan layanan irigasi di lahan seluas 3.363 hektare.

Selain itu, Konawe memiliki potensi lahan pertanian dan perkebunan lebih dari 55 ribu hektare. Potensi tersebut kini terus didorong melalui berbagai program pemerintah daerah, termasuk pengembangan budidaya jagung sebagai bahan baku industri pakan ternak. Mulai 2026, setiap desa diwajibkan menyiapkan sedikitnya 10 hektare lahan khusus jagung pakan.

Menurut Yusran, kebutuhan jagung diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya industri peternakan. Terlebih, harga jagung saat ini cukup menjanjikan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram.

Tak hanya berbicara soal pertanian, Bupati Yusran juga menyoroti besarnya peluang usaha di sektor peternakan unggas. Selama ini, kebutuhan telur dan daging ayam masyarakat Konawe masih banyak dipasok

dari luar daerah, seperti Kolaka dan Sidrap, Sulawesi Selatan.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Konawe mendorong pembangunan kawasan peternakan unggas terintegrasi seluas lima hektare. Kawasan ini dirancang menjadi pusat pengembangan ayam pedaging dan ayam petelur, lengkap dengan fasilitas jalan, air bersih, pengelolaan limbah, kemudahan perizinan, hingga pusat pelatihan bagi peternak.

“Banyak kandang yang sempat dibangun akhirnya berhenti beroperasi setelah beberapa bulan. Padahal peluang pasar telur dan ayam pedaging masih sangat besar. Pemerintah hadir untuk menjadi fasilitator agar usaha masyarakat bisa berkembang,” ujar Yusran.

Ia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah pusat diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan telur dan daging ayam. Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan pasokan tetap terjaga agar harga di pasaran stabil dan tidak memicu inflasi.

Sementara itu, General Manager Human Capital Personal General Affair PT Charoen Pokphand Indonesia wilayah Indonesia Timur, Baso Alim Bahri, menyambut baik kunjungan Pemkab Konawe. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan sektor perunggasan, ketahanan pangan, dan pembangunan ekonomi daerah.

Dalam pemaparannya, manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia menjelaskan bahwa pabrik Makassar memiliki kapasitas produksi pakan mencapai 450 ribu ton per tahun dengan kemampuan menyerap sekitar 2.200 ton jagung setiap hari. Sementara pabrik Maros yang mulai beroperasi pada 2025 memiliki kapasitas lebih besar, sehingga total serapan jagung dari dua pabrik mencapai sekitar 4.200 ton per hari.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama yang saling menguntungkan. Bagi Konawe, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian dan peternakan, membuka lapangan kerja baru, sekaligus mewujudkan visi daerah sebagai salah satu sentra pangan dan peternakan unggulan di Sulawesi Tenggara.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.