
SIDRAP, FAKTA1.COM – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), yang selama berdekade dikenal sebagai lumbung pangan utama Sulawesi Selatan, kini bersiap naik kelas ke panggung dunia.
Tanah para pejuang agraris Bugis ini terpilih menjadi pusat implementasi proyek prestisius hasil kolaborasi internasional antara Universitas Hasanuddin (Unhas) dan The University of Newcastle, Australia.
Proyek bertajuk Smart Agriculture Collaboration: Empowering Rural Farmers for Climate Resilience ini hadir sebagai jawaban atas ancaman krisis iklim global. Didanai oleh Australia-Indonesia Institute, program ini mempertemukan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kearifan lokal petani Sidrap untuk membangun kedaulatan pangan yang adaptif.
Mengapa Sidrap?
Pemilihan Sidrap bukan tanpa alasan strategis. Sebagai penyangga ketahanan pangan nasional, Sidrap memiliki jejak peradaban agraris yang kuat, disiplin, dan penuh penghormatan terhadap alam. Di sinilah visi besar Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, mengenai transformasi sistem pangan modern berbasis inovasi, menemukan tanah suburnya.
- Isu MBG Tak Layak Tidak Terbukti, SPPG Malimpung 01 Komitmen Jaga Kualitas
- Sidrap Bikin Kaget di Forum Sulsel, Pertumbuhan Ekonomi Melonjak, Gudang Beras Sampai Harus Sewa Tambahan
- Tim Advokat Buka Suara Usai Vonis Bebas Kasus Baznas Enrekang: “Sejak Awal Objek Perkaranya Keliru”
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Sidrap adalah simbol harapan. Di tanah ini, teknologi AI tidak hanya hadir sebagai deretan data, tapi sebagai solusi yang membumi bagi petani desa,” ujar Muhammad Junaid, Ph.D., salah satu tim inti penggerak program ini dalam diskusi virtual, Kamis (7/5/2026).

Sentuhan Pakar Dunia di Sawah Rakyat
Dua tokoh teknologi internasional dari University of Newcastle menjadi motor utama proyek ini:
– Dr. Shaleeza Sohail: Pakar Precision Agriculture yang mengembangkan sistem AI sensitif terhadap kemanusiaan dan kesehatan mental petani.
- Isu MBG Tak Layak Tidak Terbukti, SPPG Malimpung 01 Komitmen Jaga Kualitas
- Sidrap Bikin Kaget di Forum Sulsel, Pertumbuhan Ekonomi Melonjak, Gudang Beras Sampai Harus Sewa Tambahan
- Tim Advokat Buka Suara Usai Vonis Bebas Kasus Baznas Enrekang: “Sejak Awal Objek Perkaranya Keliru”
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
– Dr. Teuku Aulia Geumpana: Akademisi dengan pengalaman 18 tahun
Kehadiran mereka memastikan bahwa petani di Sidrap tidak hanya diajarkan cara memproduksi pangan, tetapi juga dibekali sistem pengambilan keputusan yang akurat melalui federated learning untuk menghadapi cuaca ekstrem yang tak menentu.
Inklusivitas dan Regenerasi Petani Muda
Proyek ini menargetkan 300 peserta di Sidrap, mulai dari petani, penyuluh, hingga generasi muda desa. Menariknya, komposisi peserta didesain inklusif dengan melibatkan 40% perempuan, menegaskan bahwa transformasi teknologi pertanian harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat gender.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, Ph.D., menegaskan komitmen penuh universitas. “Kami siap memberikan dukungan total. Kolaborasi ini adalah jembatan peradaban ilmu pengetahuan yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat Sidrap,” tegasnya.
Agenda Besar Agustus 2026
Rangkaian program yang meliputi seminar, lokakarya teknis, hingga demonstrasi lapangan dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Agustus 2026 di Kabupaten Sidrap. Dr. Teuku Geumpana juga menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi langsung dengan publik guna memicu semangat regenerasi petani muda Indonesia.
Melalui program ini, Sidrap sedang mengirimkan pesan kuat kepada dunia: bahwa di tengah krisis iklim, masa depan ketahanan pangan tidak hanya dibangun dengan traktor dan benih, tetapi dengan keberanian berinovasi dan kolaborasi lintas bangsa.
Dari bumi Sidrap, sebuah peradaban pertanian cerdas kini mulai tumbuh, membawa martabat dan harapan bagi masa depan Indonesia.
(*)








Tinggalkan Balasan