
TOLIKARA, FAKTA1.COM— Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam membangun generasi masa depan Papua sejak usia dini terus diperkuat melalui penguatan pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Hal tersebut ditandai dengan dikukuhkannya Ny. Elisabet Yulanda Flassy Wandik, S.E., M.M sebagai Bunda PAUD Kabupaten Tolikara Masa Bakti 2025–2030 dalam acara Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten se-Provinsi Papua Pegunungan yang berlangsung di Grand Baliem Hotel, Senin (11/5).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bunda PAUD Provinsi Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo dan disaksikan oleh John Tabo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan OPD, pengurus Pokja Bunda PAUD, tokoh perempuan, serta tamu undangan lainnya.
- Jalur Malaysia–Makassar Dibongkar, Sabu 1,4 Kilogram Disimpan di Gudang Panakkukang
- Kasus Solar Subsidi di Sidrap Belum Selesai, IL Masih Wajib Lapor, Polisi Tunggu Keterangan Ahli
- Viral, Video Diduga Sel Mewah di Lapas Cilegon, Ada Kasur Empuk hingga Cas HP, Ditjenpas Turun Tangan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas dan merata hingga ke wilayah terpencil di Kabupaten Tolikara.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Yulanda Flassy Wandik diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua.
Usai dikukuhkan, Ny. Elisabet menyampaikan rasa syukur atas amanah yang dipercayakan kepadanya. Ia menuturkan bahwa berbagai program pelayanan anak usia dini sebenarnya telah berjalan sebelum pengukuhan resmi dilakukan.
“Puji Tuhan hari ini kami resmi dikukuhkan. Tetapi sebelum pengukuhan ini, kami sudah melaksanakan berbagai program kerja Bunda PAUD di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama PKK dan Bunda PAUD selama ini konsisten menjalankan program pelayanan bagi anak usia dini, termasuk program 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang telah berlangsung kurang lebih
- Jalur Malaysia–Makassar Dibongkar, Sabu 1,4 Kilogram Disimpan di Gudang Panakkukang
- Kasus Solar Subsidi di Sidrap Belum Selesai, IL Masih Wajib Lapor, Polisi Tunggu Keterangan Ahli
- Viral, Video Diduga Sel Mewah di Lapas Cilegon, Ada Kasur Empuk hingga Cas HP, Ditjenpas Turun Tangan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Program tersebut fokus pada pemenuhan asupan gizi anak sejak usia enam bulan hingga dua tahun sebagai persiapan memasuki pendidikan PAUD dan taman kanak-kanak.
Selain itu, program sarapan sehat bagi anak sekolah juga terus dilaksanakan dan dinilai membawa dampak positif terhadap tumbuh kembang anak-anak di Tolikara.
“Kami melihat sendiri banyak perubahan di lapangan. Anak-anak mulai mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga pertumbuhan dan kesiapan mereka memasuki pendidikan juga semakin baik,” katanya.
Ny. Elisabet juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama para guru dan kader PAUD telah menjangkau sejumlah wilayah terpencil, termasuk daerah perbatasan dan distrik-distrik seperti Wari dan Dou.
Menurutnya, PAUD memiliki peran sangat penting sebagai dasar pembentukan karakter dan pola pikir anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
“PAUD dan TK ini sangat penting karena menjadi dasar pembentukan karakter anak-anak. Ketika mereka masuk SD, mereka sudah memiliki pola pikir dan arah yang baik,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh guru dan kader PAUD dapat terus melayani dengan penuh ketulusan demi masa depan anak-anak Papua.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami dibantu oleh guru-guru dan kader semua. Harapan saya, ke depan kita tetap eksis dan terus bekerja demi masa depan anak-anak Papua,” tambahnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Papua Pegunungan Ny. Anggieta Bestari Tabo dalam sambutannya mengajak seluruh Bunda PAUD dan pengurus Pokja yang telah dikukuhkan untuk menjalankan amanah den…








Tinggalkan Balasan