Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7173 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM – Aroma persaingan panas di atas lapangan hijau indoor segera menyelimuti Kabupaten Sidenreng Rappang. Panitia Pelaksana Adinda Cup I 2026 secara resmi telah merilis “rule of game” atau aturan main untuk turnamen bulutangkis bergengsi yang akan menggetarkan GOR Risma Lanrang, Sidrap, pada 15-17 Mei 2026 mendatang.

Turnamen yang dimotori oleh RS Adinda Medical Center ini bukan sekadar ajang tepok bulu biasa. Adinda Cup I diproyeksikan menjadi kiblat baru kompetisi lokal dengan memperlombakan kategori Ganda Putra Perorangan (Klasifikasi C+/C Under dan C/C) serta Ganda Putri Antar Instansi se-Kabupaten Sidrap.

Sistem Gugur: Tanpa Ruang untuk Kesalahan

Ketua Panitia Adinda Cup I 2026, Suhardi Wawan, menegaskan bahwa turnamen ini akan dijalankan dengan standar profesionalitas tinggi. Menggunakan sistem gugur dengan format best of three game (skor 21 poin), setiap atlet dituntut untuk tampil maksimal sejak menit pertama.

“Seluruh peserta wajib mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia. Ini demi menjaga kelancaran, ketertiban, dan marwah turnamen ini sendiri,” ujar Suhardi Wawan dengan tegas.

Guna menjaga transparansi, pengundian bagan pertandingan tidak akan dilakukan secara manual, melainkan melalui aplikasi resmi PBSI oleh referee profesional. Selain itu, daftar seeded (pemain unggulan) akan merujuk langsung pada data resmi Pengkab PBSI Sidrap.

Disiplin Baja dan Verifikasi Ketat

Panitia tidak main-main soal integritas pemain. Proses

verifikasi akan dilakukan secara ketat; jika ditemukan pemain yang “turun kelas” atau tidak sesuai kategori, panitia tidak segan-segan menjatuhkan diskualifikasi atau kemenangan Walk Over (WO) bagi lawan.

Disiplin waktu juga menjadi sorotan utama. Para “gladiator” lapangan ini diwajibkan hadir 30 menit sebelum laga dimulai. Panggilan resmi akan dilakukan sebanyak tiga kali dengan jeda tiga menit. Lewat dari itu, mimpi untuk mengangkat trofi dipastikan kandas lewat putusan WO.

Keputusan Mutlak, Sportivitas Harga Mati

Tak hanya soal teknis di lapangan, ketertiban di tribun penonton dan area GOR Risma Lanrang juga menjadi prioritas. Panitia memegang otoritas penuh untuk mengeluarkan pihak-pihak yang dianggap mengganggu kondusivitas turnamen.

Bagi tim yang ingin melayangkan protes, panitia memberikan ruang formal namun dengan syarat ketat: hanya manajer yang menghadiri Technical Meeting yang berhak mengajukan keberatan, disertai biaya administrasi sesuai prosedur.

“Keputusan panitia bersifat mutlak,” pungkas Suhardi.

Dengan aturan yang ketat dan persiapan yang matang, Adinda Cup I 2026 siap menjadi panggung pembuktian bagi para pebulutangkis Sidrap untuk menunjukkan siapa yang terbaik di Bumi Nenek Mallomo. Siapkan raket Anda, sejarah baru segera ditulis!


Tim Redaksi FAKTA1.COM

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.