Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7172 Lihat semua

KENDARI, FAKTA1.COM – Langit pagi di Mako Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Jumat (15/5/2026), terasa berbeda. Derap langkah para personel Brimob yang baru kembali dari penugasan panjang di Papua menggema pelan, membawa rasa haru yang sulit disembunyikan.

Satu per satu personel Satgas Ops Amole II 2025 tiba dengan wajah lelah namun penuh kebanggaan. Mereka adalah putra-putra terbaik Sultra yang selama berbulan-bulan menjalankan tugas pengamanan di kawasan PT Freeport Indonesia, Papua Tengah, wilayah yang dikenal memiliki tantangan keamanan dan medan berat.

Di tengah suasana penyambutan, Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum berdiri menyambut langsung kepulangan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Sat Brimob Polda Sultra. Tatapan bangga terpancar saat ia melihat seluruh personel kembali dalam keadaan lengkap.

Upacara penyambutan berlangsung khidmat di Mako Brimob Polda Sultra. Turut hadir Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro, S.H., S.I.K., M.H., Dansat Brimob Kombes Pol Agus Setiawan, S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sultra, serta seluruh jajaran perwira, bintara dan tamtama Brimob Sultra.

Suasana mulai terasa emosional ketika Wakapolda menyampaikan amanatnya. Dengan nada penuh penghargaan, ia mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi dan pengorbanan para personel selama menjalankan tugas negara di Papua.

“Tidak semua orang mampu melewati medan berat, tekanan keamanan, dan situasi yang tidak menentu seperti di Papua. Tetapi kalian membuktikan bahwa Brimob Sultra mampu menjaga kehormatan institusi dan

menjalankan amanah negara dengan baik,” ujar Brigjen Pol. Gidion.

Beberapa anggota tampak menundukkan kepala saat ucapan penghargaan itu disampaikan. Ada perjuangan panjang yang tersimpan di balik seragam loreng dan wajah tegas mereka. Jauh dari keluarga, menghadapi ancaman, hingga bertaruh nyawa demi menjaga stabilitas keamanan nasional.

Wakapolda juga menyinggung peran keluarga yang selama ini menjadi kekuatan terbesar para personel di medan tugas. Menurutnya, doa dan dukungan dari rumah menjadi alasan para anggota mampu bertahan menghadapi kerasnya penugasan.

“Di balik prajurit yang kuat, ada keluarga yang terus menunggu dan mendoakan kepulangan mereka,” tuturnya.

Momen penyambutan itu bukan sekadar seremoni biasa. Ia menjadi simbol kepulangan para prajurit setelah menuntaskan amanah negara di ujung timur Indonesia. Tangis haru keluarga yang menanti, pelukan hangat sesama anggota, serta rasa syukur yang menyelimuti lapangan Mako Brimob menjadi gambaran bahwa setiap tugas selalu menyimpan cerita pengorbanan.

Menutup sambutannya, Wakapolda berpesan agar pengalaman selama bertugas di Papua dijadikan bekal untuk memperkuat mental, disiplin, dan jiwa korsa sebagai anggota Brimob.

Kini mereka telah kembali ke tanah Sulawesi Tenggara. Namun jejak pengabdian di Papua akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup para personel Brimob yang telah mengabdi tanpa banyak suara, demi merah putih tetap berkibar.(Tim)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.