
KONAWE, FAKTA1.COM – Jagat maya dan masyarakat Kabupaten Konawe mendadak diguncang isu tak sedap! Sebuah skandal dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua oknum tenaga pendidik berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pecah di tengah keheningan malam. Tragisnya, aksi main gila ini dibongkar langsung oleh istri sah berinisial As, atau Yuyun (nama samaran), di dalam kamar rumah mertuanya sendiri.
Peristiwa yang menguras emosi ini terjadi di Kecamatan Lambuya pada Senin malam, 18 Mei 2026. Di bawah guyuran hujan rintik yang dingin, Yuyun harus menelan pil pahit menyaksikan hancurnya mahligai rumah tangga yang selama ini ia bangun dengan kepercayaan.
Berawal dari Dana BOS, Berujung Panggilan ‘Sayang’
Siapa sangka, kedekatan sang suami berinisial Is dengan rekan sejawatnya sesama guru perempuan berinisial WA, ternyata melangkah terlalu jauh. Informasi yang dihimpun menyebutkan, benih-benih kedekatan terlarang itu diduga mulai intens sejak keduanya kerap terlibat bersama dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Awalnya, hubungan mereka terlihat profesional sebagai rekan kerja. Namun, kecurigaan Yuyun mulai menguat setelah mencium gelagat aneh dari suaminya—mulai dari perubahan sikap yang dingin, jarak yang merenggang, hingga temuan pesan-pesan singkat tak wajar.
“Awalnya hanya chat biasa. Tapi ada kata ‘sayang’. Dia sempat mengaku, tapi bilang itu cuma khilaf,” ungkap Yuyun dengan suara bergetar menahan tangis yang pecah di tengah rintik hujan.
Detik-Detik Penggerebekan Dramatis: Dua Jam Mengintai di Kegelapan
Guna membuktikan bisikan hatinya, Yuyun mengambil langkah nekat. Malam itu, ia membuntuti sang suami. Bak disambar petir di siang bolong, Yuyun menemukan sepeda motor milik WA terparkir rapi di halaman rumah mertuanya—tempat yang seharusnya menjadi zona aman bagi keluarganya.
Yuyun tak gegabah. Dengan dada bergemuruh, ia memilih bertahan di tengah kegelapan dan dinginnya malam. Satu jam, dua jam berlalu terasa bagai seumur hidup. Puncaknya, ketika lampu di dalam kamar mendadak dipadamkan, hati Yuyun ikut runtuh.
Sambil memegang ponsel
“Itu kamar saya! Tempat saya hidup selama ini. Mereka lakukan itu di sana… bahkan di rumah itu masih ada mertua saya!” jerit lirih Yuyun, menggambarkan betapa hancurnya perasaan dia malam itu.
Diseret ke Ranah Hukum, Publik Tuntut Sanksi Tegas Pecat!
Tak terima harga dirinya diinjak-injak dan dikhianati oleh orang-orang terdekat, Yuyun langsung mengambil langkah hukum. Kasus perselingkuhan ini pun kini resmi dilaporkan ke Polres Konawe untuk diproses secara pidana.
Skandal panas ini langsung menjadi buah bibir dan memicu kegemparan luar biasa di kalangan masyarakat Konawe. Publik mengecam keras tindakan kedua pelaku, mengingat status mereka adalah guru PPPK—sosok yang seharusnya menjadi teladan moral dan digugu serta ditiru, bukan malah mencoreng institusi pendidikan.
Kini, sorotan tajam tertuju pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan dinas terkait. Desakan agar kedua oknum guru tersebut dijatuhi sanksi etik berat hingga pemecatan mulai menggema di tengah masyarakat.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, baik pihak terlapor (Is dan WA) maupun pihak sekolah tempat mereka mengajar masih memilih bungkam seribu bahasa. Sikap misterius ini justru semakin membuat publik penasaran dan memanaskan situasi.
“Sahabat yang Menikam dari Belakang”
Di akhir kepedihannya, Yuyun hanya bisa meratapi nasibnya yang dikhianati oleh suami dan perempuan yang sudah dianggapnya seperti saudara sendiri.
“Saya tidak pernah menyangka… orang yang saya anggap teman, bahkan seperti saudara sendiri, justru yang menikam saya dari belakang,” pungkasnya lirih.
Kasus ini kini sepenuhnya bergulir di meja penyidik Kepolisian. Akankah kedua oknum guru PPPK ini bakal didepak dari statusnya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi? Publik Konawe kini menunggu keadilan ditegakkan.(tim)








Tinggalkan Balasan