
SIDRAP, FAKTA1.COM – Hamparan emas bulir padi yang menguning di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, menjadi saksi bisu sebuah simfoni kerja sama. Di bawah terik matahari yang bersahabat, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama masyarakat turun ke sawah, merayakan pesta panen raya dengan penuh sukacita, Senin (18/5/2026).
Momen ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang tanpa ragu langsung menginjakkan kaki di lumpur sawah untuk memanen padi bersama petani, menegaskan komitmen total Bumi Nenek Mallomo dalam menyokong swasembada pangan nasional.
Atmosfer kebersamaan begitu kental. Riuh rendah antusiasme warga menyambut orang nomor satu di Sidrap itu, didampingi oleh jajaran elit daerah, mulai dari Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Anggota DPRD Dapil II Ruslan, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, hingga Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto, unsur Forkopimca, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan.
Produktivitas Melompat, Formula LMS Jadi Kunci
Bukan sekadar panen biasa, hasil ubinan di Desa Lise mencatatkan angka yang sangat menggembirakan. Produktivitas lahan menyentuh angka 5,7, dengan estimasi hasil panen menembus 9,1 ton per hektare. Sebuah capaian impresif yang membuktikan bahwa potensi agraris Sidrap tidak main-main.
”Pertanian adalah fokus utama kami. Sidrap harus terus konsisten menjadi daerah penyangga pangan nasional yang kuat,” tegas Bupati Syaharuddin di sela-sela kegiatan.
- Penyebab Bupati Soppeng Tak Hadir di Acara Golkar, Partai yang Mengusungnya jadi Bupati
- Dari Maros hingga Konawe Selatan, Kampus-Kampus Ini Mau Ubah Konferensi Jadi Gerakan Nyata
- As’adiyah Menang Lagi di Sengketa Lahan, Pengadilan Tinggi Makassar Tolak Banding Penggugat
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Di balik angka-angka fantastis tersebut, ada intervensi kebijakan strategis yang matang. Bupati memaparkan potret makro pertanian daerah: Desa Lise menyumbang 800\text{ hektare} lahan, berkontribusi pada total 5.340\text{ hektare} di Kecamatan Panca Lautang, yang menjadi bagian dari raksasa hijau Kabupaten Sidrap dengan total luasan sawah mencapai 52.227\text{ hektare}.
Untuk menghidupi lahan seluas itu, Pemkab Sidrap bergerak taktis. Kelancaran distribusi pupuk dijamin, harga di pasaran ditekan, dan inovasi modernisasi pertanian lewat
”Alhamdulillah, saat ini distribusi pupuk lancar, harga turun, dan pengairan dengan metode listrik masuk sawah terus berjalan,” imbuh Syaharuddin. Sebagai bukti nyata, pada tahun 2025 lalu, program pengeboran telah dilakukan di Desa Lise untuk menyokong ekosistem LMS seluas 437\text{ hektare}.
Dari Berkah Zakat hingga Janji Jalan Mulus
Di hadapan para petani yang berkumpul, Syaharuddin tidak hanya bicara soal angka dan teknologi, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan sosial. Ia mengajak masyarakat menjaga tradisi gotong royong dan tidak melupakan kewajiban sosial.
”Jika petani rajin bersedekah dan menunaikan zakat dari hasil panennya, Insya Allah hasil pertanian akan semakin berkah dan meningkat,” tuturnya sejuk.
Kabar gembira lain pun ditiupkan bagi warga Desa Lise. Menjawab urat nadi perekonomian, Bupati berjanji akan segera menggenjot pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
- Penyebab Bupati Soppeng Tak Hadir di Acara Golkar, Partai yang Mengusungnya jadi Bupati
- Dari Maros hingga Konawe Selatan, Kampus-Kampus Ini Mau Ubah Konferensi Jadi Gerakan Nyata
- As’adiyah Menang Lagi di Sengketa Lahan, Pengadilan Tinggi Makassar Tolak Banding Penggugat
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
”Insya Allah, tahun ini atau paling lambat tahun depan, jalan di Desa Lise akan diaspal agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang mulus,” janji Syaharuddin, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dan sorak bahagia warga.
Kepedulian Sosial dan Ruang Dengar Aspirasi
Sisi humanis kepemimpinan di Sidrap kembali terlihat saat Bupati bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kematian senilai Rp149.333.328 kepada keluarga pegawai syara yang telah berpulang.
Hari yang produktif itu kemudian ditutup dengan sesi dialog dua arah. Tanpa sekat, Bupati duduk bersama mendengar langsung detak nadi beras, keluhan, serta masukan dari para petani. Sebuah langkah serap aspirasi demi merumuskan kebijakan masa depan yang lebih presisi, demi kesejahteraan masyarakat agraris Sidrap yang lebih gemilang. (*)








Tinggalkan Balasan