Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7196 Lihat semua

BEKASI, FAKTA1.COM – Peninjauan langsung yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Dr. Asep Surya Atmaja, ke lokasi kebakaran di Pasar Cikarang pada Minggu (17/5/2026) malam, memicu sinyal kuat adanya perombakan besar-besaran. Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan tidak akan tinggal diam melihat kondisi pasar yang dinilai semakin semrawut dan tidak tertata.

Kebakaran yang melanda pasar tersebut terjadi sekitar pukul 19.40 WIB. Dugaan sementara, api dipicu oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting) yang dengan cepat menghanguskan delapan lapak pedagang kaki lima (PKL).

Merespons insiden tersebut, Plt Bupati Bekasi yang baru saja menghadiri agenda bersama Gubernur Jawa Barat di Bandung, langsung meluncur ke lokasi guna melihat kondisi riil di lapangan. Dalam tinjauannya, Asep menyoroti keluhan laten para pedagang—khususnya yang berada di bagian depan pasar—mengenai keterbatasan ruang yang kian menyempit dan tidak nyaman.

“Kita juga tidak akan berdiam diri. Kami selalu melihat para pedagang, khususnya yang berada di bagian depan pasar, mulai mengeluhkan kondisi tempat yang semakin sempit. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, tentu persoalan tidak akan pernah selesai,” ujar Asep di lokasi kejadian.

Opsi Pembongkaran Total dan Konsep Pasar Modern
Asep menyatakan bahwa Pemkab Bekasi akan segera melakukan penilaian menyeluruh terhadap kelayakan kondisi fisik pasar. Jika hasil evaluasi merekomendasikan bangunan sudah tidak layak, pemerintah membuka opsi perapihan hingga pembongkaran total secara menyeluruh.

“Kalau memang harus dirapikan atau bahkan diratakan dengan lahan yang ada agar tidak lagi terjadi pasar tumpah hingga ke arah utara, tentu itu akan menjadi pertimbangan,” tegasnya.

Memiliki luas area mencapai sekitar 2,5 hingga 2,6 hektare, Pasar Cikarang dinilai memiliki potensi besar untuk ditransformasikan menjadi pasar tradisional modern dengan sistem klaster yang lebih higienis dan teratur.

“Ke depan konsep pasar tradisional akan kita kembangkan menjadi pasar umum yang lebih besar dan tertata. Misalnya area ikan khusus ikan, sayur khusus sayur, buah khusus

buah,” cetus Asep.

Selain masalah tata letak, problem banjir musiman yang kerap meluber dari area pasar hingga ke jalan raya juga masuk dalam catatan krusial penataan. Asep menjadwalkan pada pekan ini akan mengundang seluruh dinas terkait bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi untuk merumuskan langkah taktis.

“Kalau memang memungkinkan untuk dianggarkan melalui APBD, maka akan segera kita rapikan,” imbuhnya.

Soroti Isu Sosial di Area PKL
Di sela-sela peninjauan, fokus Plt Bupati juga tertuju pada laporan miring mengenai dugaan praktik prostitusi di sekitar area PKL yang selama ini dihindari oleh para pedagang. Asep mengaku baru mengendus informasi tersebut saat berdialog langsung di lapangan malam itu.

“Kalau memang benar ada praktik prostitusi, tentu akan kita lakukan penindakan dan kemungkinan lokasi tersebut juga akan dipindahkan,” kata Asep berkomitmen.

Ia pun mengimbau agar para pedagang tetap tenang dan bersabar, karena pemerintah berkomitmen penuh menyediakan ruang niaga yang layak, aman, dan representatif baik bagi penjual maupun pembeli.

Pedagang Desak Realisasi Cepat
Rencana pembenahan ini mendapat respons positif dari komunitas pedagang setempat. Perwakilan pedagang berharap penataan tidak sekadar menjadi wacana, melainkan segera dieksekusi demi memulihkan kenyamanan dan mengurai kemacetan akibat parkir liar serta lapak yang meluber ke jalan.

“Kalau parkiran di dalam, mobil di dalam, jadi khusus orang belanja. Semua jadi enak dan nyaman. Jalan juga tidak terganggu,” ungkap salah seorang pedagang.

Mereka berharap relokasi atau penataan ulang nantinya dapat mengakomodasi seluruh pedagang ke tempat yang lebih layak tanpa mengorbankan aksesibilitas publik.

“Kami sangat mohon supaya pedagang ditempatkan dengan layak. Yang beli nyaman, akses jalan juga enak dan tidak mengganggu,” pungkasnya.

Jurnalis: Haris Pranatha, C. PFW., C. MDF., C. JKJ

Editor: ( Fery Sirajuddin/Redaksi)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.