
KENDARI, FAKTA1.COM – Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara, Ir. Ridwan Bae, terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur di daerah dengan melakukan kunjungan kerja secara berkelanjutan.
Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan kondisi infrastruktur, sektor perhubungan, serta penanganan bencana yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong percepatan pembangunan melalui dukungan pemerintah pusat.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Ridwan Bae meninjau secara langsung berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, termasuk kondisi jalan yang rusak, jembatan yang belum memadai, akses penghubung antarwilayah, hingga persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Kendari.
Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pemerintah daerah dalam menangani sejumlah persoalan infrastruktur. Oleh sebab itu, diperlukan intervensi pemerintah pusat agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Ridwan Bae menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan tersebut di tingkat pusat.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Konawe Selatan, ia menyoroti kondisi jalan penghubung menuju Kabupaten Kolaka Timur yang dinilai belum layak dan membutuhkan penanganan segera. Selain itu, sejumlah jembatan di jalur tersebut juga memerlukan perhatian serius.
Menurutnya, keberadaan jalur alternatif sangat penting untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, terutama apabila jalur utama Kendari–Kolaka mengalami hambatan.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi dari pemerintah daerah, termasuk penyelesaian lahan dan dokumen pendukung lainnya, agar usulan pembangunan dapat diproses dan direalisasikan di tingkat pusat.
Selanjutnya, kunjungan kerja dilanjutkan ke Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Tengah. Di Kabupaten Muna, perhatian difokuskan pada pengembangan kawasan jalan pesisir di Kota
Sementara itu, di Kabupaten Buton Tengah, Ridwan Bae meninjau pembangunan jalan akses menuju rumah sakit yang telah selesai dikerjakan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dalam mengembangkan program transmigrasi maritim berbasis potensi kelautan. Program tersebut dinilai memiliki prospek yang menjanjikan, khususnya dalam pengembangan budidaya perikanan seperti keramba ikan, lobster, dan kepiting.
Kunjungan kerja tersebut turut mencakup wilayah Bone dan sejumlah daerah lainnya yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur jalan. Ridwan Bae menyoroti pentingnya akses jalan menuju enam desa yang menjadi lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih.
Ia menilai bahwa ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi hasil produksi masyarakat.
Selain itu, bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Jalan Nasional, Ridwan Bae turut meninjau kondisi banjir yang kerap terjadi di Kota Kendari.
Ia menjelaskan bahwa permasalahan banjir tidak terlepas dari belum terintegrasinya sistem drainase antara jalan nasional, provinsi, dan kota. Kondisi tersebut diperparah oleh keberadaan bangunan yang menghambat aliran air, sehingga menyebabkan genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu melalui sinergi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat agar solusi yang dihasilkan dapat bersifat berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, seluruh hasil kunjungan kerja tersebut akan dijadikan sebagai bahan pembahasan dan perjuangan di tingkat pusat melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.(*)








Tinggalkan Balasan