
Jakarta, fakta1.com – Suasana Pilkada 2024 kembali memanas, kali ini bukan karena debat kandidat yang sengit, melainkan aksi tak terduga seorang emak-emak pendukung salah satu pasangan calon (paslon).
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan emak-emak berbaju merah menari dengan penuh semangat di tengah lapangan bersama pendukung lainnya. Namun, suasana berubah drastis saat ia tiba-tiba membuka resleting bajunya.
Dalam video tersebut, emak-emak ini terlihat semakin bersemangat, bahkan melepas bajunya hingga menyisakan bra merah dan celana dalam putih.
Aksi spontan ini sontak menarik perhatian massa yang hadir, termasuk anak-anak yang berada di lokasi. Banyak pihak menilai aksi emak-emak ini tidak pantas, terutama karena adanya anak kecil yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Beberapa orang terlihat hanya memperhatikan tanpa berusaha menghentikan tindakan emak-emak ini. Identitas pasangan calon yang didukung emak-emak ini masih belum jelas, termasuk apakah mereka bertarung di tingkat gubernur, bupati, atau wali kota.
- Upacara Bendera di Wajo Jadi Momentum Penguatan Jiwa Nasionalisme Prajurit TNI
- Klarifikasi Soal Video Viral, Keluarga Sebut Hubungan Sah dan Bukan Oknum DPRD Sulsel, tapi DPRD Enrekang
- Bupati Wajo Hadiri Harlah ke-92 GP Ansor di Tosora, Tekankan Sinergi Ulama dan Pemerintah
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Namun, video ini telah memicu perdebatan sengit di dunia maya. Warganet ramai-ramai memberikan komentar, mulai dari kritik atas aksi tidak senonoh hingga kecaman terhadap kurangnya kesadaran pendukung dalam menjaga etika.
“Ini
- Upacara Bendera di Wajo Jadi Momentum Penguatan Jiwa Nasionalisme Prajurit TNI
- Klarifikasi Soal Video Viral, Keluarga Sebut Hubungan Sah dan Bukan Oknum DPRD Sulsel, tapi DPRD Enrekang
- Bupati Wajo Hadiri Harlah ke-92 GP Ansor di Tosora, Tekankan Sinergi Ulama dan Pemerintah
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Apa yang mau diajarkan kepada generasi muda?,” tulis warganet lainnya. Momen ini menjadi pengingat pentingnya menjaga perilaku saat mendukung calon pemimpin di ruang publik. Para pengamat berharap suasana euforia pasca-pemilu dapat tetap dilakukan dengan cara yang positif dan menghormati norma-norma yang berlaku.
“Pilkada seharusnya menjadi ajang untuk memilih pemimpin yang berkualitas, bukan untuk menampilkan aksi-aksi tidak senonoh,” ujar seorang pengamat politik.
“Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama para pendukung calon pemimpin, untuk menjaga etika dan moral dalam mendukung calon pilihannya,” tambah pengamat lainnya.
Aksi emak-emak ini menjadi bukti bahwa Pilkada 2024 tidak hanya diwarnai oleh persaingan politik, tetapi juga oleh perilaku tidak terpuji dari beberapa pendukung. Momen ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga suasana kondusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam proses demokrasi. (*)








Tinggalkan Balasan