Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7388 Lihat semua

JAKARTA, FAKTA1.COM – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali membuktikan posisinya sebagai lumbung pangan strategis di Indonesia Timur. Di hadapan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memaparkan formula sukses daerahnya dalam menjaga stabilitas harga telur. Panggung prestisius itu tersaji dalam forum koordinasi kepala daerah se-Indonesia yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

​Di depan Mentan dan puluhan kepala daerah, Syaharuddin mengupas tuntas mekanisme “jemput bola” yang diterapkan Pemkab Sidrap. Mengintegrasikan peran peternak dan pedagang, Sidrap secara konsisten menggelar rapat koordinasi berkala seminggu dua kali, yakni setiap Selasa dan Jumat malam.

​”Kami duduk bersama menyepakati harga telur.
Setelah deal, hasilnya langsung dipublikasikan secara transparan melalui media sosial resmi pemerintah, jejaring peternak, hingga videotron kota,” urai Syaharuddin lugas.

​Langkah taktis yang telah berjalan selama satu tahun empat bulan ini terbukti ampuh. Tidak sekadar menjadi regulasi lokal, kesepakatan harga ala Sidrap ini kini bertransformasi menjadi benchmark atau patokan harga telur untuk seluruh wilayah Indonesia Timur. Menurut Syaharuddin, kunci utama dari stabilitas ini adalah kehadiran aktif pemerintah daerah sebagai jembatan yang kokoh bagi para pelaku usaha.

​Tantangan Uleng Cipi dan Solusi Cepat

​Meski sistem telah berjalan mapan, Syaharuddin tidak menampik adanya dinamika pasar. Dalam satu bulan terakhir, terjadi penurunan serapan yang memicu fluktuasi harga. Secara menarik, ia mengaitkan fenomena ini dengan faktor kultural masyarakat lokal.

​”Ada tradisi masyarakat Bugis yang disebut Uleng Cipi, yaitu masa di mana intensitas hajatan atau pesta pernikahan menurun drastis bersamaan dengan musim haji,” jelasnya. Namun, menyikapi tantangan tersebut, Pemkab Sidrap bergerak cepat. “Sebentar malam kami kembali menggelar rapat koordinasi. Insya Allah, harga telur akan segera membaik dan kembali stabil.”

​Efek Domino Program “One Day One Egg”

​Tak hanya

fokus pada sisi hulu dan perdagangan, Sidrap juga melakukan intervensi di sisi hilir lewat gerakan konsumen. Program “One Day One Egg” (Satu Hari Satu Telur) digalakkan untuk mendongkrak konsumsi lokal sekaligus memperbaiki gizi masyarakat.
​Dampaknya pun luar biasa. Intervensi lintas sektor ini memicu efek domino yang positif bagi makroekonomi Sidrap.

  • ​Angka Stunting & Kemiskinan: Mengalami penurunan yang sangat signifikan.
  • ​Pertumbuhan Ekonomi: Melonjak tajam dari 4,05% menjadi 7,71%.

​Pemaparan data konkret ini pun langsung disambut aplaus meriah dari Menteri Pertanian dan seluruh peserta forum yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidrap turut didampingi oleh Ketua Komisi II DPRD Sidrap, Bahrul Appas, serta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap, Ahmad Dollah.

​Mentan Pasang Badan untuk Kesejahteraan Peternak
​Merespons capaian dan aspirasi dari Sidrap, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen penuh totalitas dari pemerintah pusat untuk menjaga kesejahteraan para peternak telur di seluruh penjuru tanah air.

​Mentan mengapresiasi tinggi dedikasi para peternak dan langsung memaparkan empat kebijakan strategis nasional guna mengamankan harga:

  • ​Harga Pembelian Pemerintah (HPP): Menetapkan HPP telur di angka Rp26.500 per kilogram.
  • ​Subsidi Pakan: Penyaluran SPHP Jagung melalui Bulog untuk menekan biaya produksi peternak.
  • ​Amankan Serapan: Berkoordinasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan penyerapan produksi telur lokal tetap tinggi.
  • ​Pengawasan Ketat: Mengimbau para peternak, dengan tembusan khusus kepada Satgas Pangan, untuk terus memantau dan mengawal implementasi HPP di lapangan agar tidak ada pihak yang merugikan peternak.

​Lewat kolaborasi taktis antara inovasi lokal Sidrap dan kebijakan makro Kementan, optimisme baru kini berembus bagi industri perunggasan nasional.
​(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.