Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7238 Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang tinggal sembilan hari lagi, masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mulai resah. Kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram (gas melon) kian menjadi-jadi. Komoditas yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha mikro tersebut kini sangat sulit ditemukan, sementara harganya di tingkat pengecer terus melonjak tak terkendali.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (22/5/2026), warga di beberapa kecamatan terpaksa harus berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain demi mendapatkan satu tabung gas. Kondisi ini memicu gelombang protes dan kemarahan masyarakat, terutama dari kalangan ibu rumah tangga serta pelaku usaha kecil yang menggantungkan dapurnya pada gas melon.

Seorang warga di Kecamatan Morosi yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kekesalannya atas situasi ini. Ia menduga kuat bahwa kelangkaan yang terjadi bukan sekadar masalah keterlambatan distribusi biasa, melainkan adanya praktik kecurangan di tingkat agen maupun pangkalan.

“Lagi langka di Morosi. Ada indikasi permainan, ada yang menimbun,” ungkapnya dengan nada kesal saat dikonfirmasi media, Jumat (22/5).

Lebih lanjut, ia membeberkan adanya dugaan penyelewengan distribusi, di mana stok gas subsidi yang seharusnya dialokasikan untuk warga setempat justru dilarikan ke tempat lain.

“Agen tabung gas di Morosi diduga menjual pasokannya

ke pangkalan lain di luar wilayah, makanya di sini jadi langka,” tambahnya.

Desak Pemerintah dan Aparat Hukum Turun Tangan
Pernyataan dari warga tersebut langsung memantik sorotan tajam terkait lemahnya pengawasan distribusi elpiji bersubsidi di Kabupaten Konawe. Masyarakat pun mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe, pihak Pertamina, serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

Warga menilai, momentum menjelang hari raya besar keagamaan seperti Idul Adha—di mana kebutuhan memasak masyarakat dipastikan meningkat tajam—sering kali dimanfaatkan oleh oknum-oknum nakal untuk mencari keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat kecil.

“Kasihan masyarakat kecil. Mau masak untuk kebutuhan sehari-hari saja susah. Jangan sampai rakyat dikorbankan hanya karena ada pihak yang ingin cari untung besar,” keluh salah seorang warga Konawe lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di beberapa wilayah Konawe masih menaruh harapan besar agar pasokan elpiji subsidi bisa kembali normal sebelum Hari Raya Idul Adha tiba. Warga memperingatkan, jika pemerintah dan pihak terkait lambat merespons, keresahan ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan berpotensi memicu gejolak sosial yang lebih besar di tengah masyarakat.(tim)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.