Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7043 Lihat semua

Konawe, fakta1.com – Suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Konawe tidak hanya menjadi seremonial tahunan. Di balik upacara yang berlangsung khidmat pada 2 Mei 2026, terselip pesan kuat tentang arah baru pendidikan Indonesia.

Melalui sambutan yang dibacakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd., pemerintah daerah menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai pentingnya transformasi sistem pembelajaran menuju pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.

Pesan tersebut menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak bisa lagi bertumpu pada pola lama yang menekankan hafalan. Sebaliknya, siswa perlu didorong untuk benar-benar memahami, mengolah, dan mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

Pendekatan deep learning hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman. Dalam konsep ini, proses belajar tidak sekadar mengejar nilai, tetapi membangun cara berpikir kritis, menumbuhkan kreativitas, serta memperkuat karakter peserta didik.

“Anak-anak kita harus mampu berpikir, bukan sekadar mengingat. Mereka harus siap menghadapi dunia yang terus berubah,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam peringatan tersebut.

Lebih dari itu, pembelajaran mendalam juga diarahkan untuk menciptakan

suasana belajar yang lebih bermakna, sadar, dan menyenangkan. Dengan demikian, ruang kelas tidak lagi menjadi tempat yang membebani, melainkan ruang tumbuh bagi ide, diskusi, dan eksplorasi.

Peringatan Hardiknas di Konawe pun menjadi momentum refleksi bersama. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan nasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif.

Guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua diharapkan dapat berjalan seiring dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan inspiratif.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pendidikan dituntut untuk bergerak lebih dinamis. Apa yang disampaikan dalam Hardiknas kali ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dipelajari, tetapi seberapa dalam ilmu itu dipahami.

Dengan semangat tersebut, Konawe menatap masa depan pendidikan dengan optimisme—membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan siap menghadapi tantangan global.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.