
TEMA: “Bangun Generasi Qur’ani yang Modern dan Religius, Konawe Bersahaja”
Suara adzan maghrib berkumandang terdengar pelan di belakang latar, Lampu panggung remang-remang, menyorot seorang pembawa acara yang berdiri di tengah panggung dengan nuansa islami
Langit Konawe mengukir syukur, menyambut penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits tingkat kabupaten. Suatu ajang suci, tempat ayat-ayat Tuhan dilantunkan, dan hati dipersatukan dalam iman dan keindahan bacaan. Senin Malam, 14 April 2025
Musik lembut khas Timur Tengah mengalun. Lampu menyala perlahan menyorot karakter bernama MARJUNI MA’MIR, berdiri di podium dengan latar belakang spanduk bertuliskan “STQH KONAWE 2025”.
MARJUNI, Dengan wibawa dan ketulusan suaranya yang tenang dan penuh makna, Atas nama Bupati Konawe, dengan ini saya menyatakan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits tingkat Kabupaten Konawe tahun 2025, resmi ditutup. Semoga cahaya Al-Qur’an terus menerangi langkah-langkah kita semua.
Sorak dan tepuk tangan menggema. Kamera beralih ke barisan peserta—muda-mudi dengan wajah haru dan bangga.
Dihadiri oleh para pemangku kepentingan, dari Kabag Kesra, unsur Forkopimda, hingga
Sementara Seorang peserta, Panggil saja AINUN nama singkatnya, gadis muda berjilbab, berbicara penuh semangat di hadapan kamera.
Kami datang membawa harap, pulang membawa cahaya. Insya Allah, Konawe akan bersinar di pentas provinsi. Doakan kami.kata Ainun yang malam ini menggunakan kerudung Hitam.
Lagu religi pelan-pelan mengalun. Layar mulai gelap perlahan.
Ditempat yang sama, masih kata Marjuni menambahkan, STQH 2025 telah usai, namun gema kalam Ilahi akan terus hidup. Di lisan yang mengaji, di hati yang memahami.
Diakhir acara, Marjuni menambahkan Syair” Layar hitam. Teks putih muncul perlahan: “Sampai jumpa di STQH tingkat Provinsi. Konawe siap berjuang.”
Sorak dan tepuk tangan kembali menggema. Kamera pun beralih ke barisan peserta muda-mudi dengan wajah haru dan bangga.(Ql)








Tinggalkan Balasan