Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6864 Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM – Upaya mendorong kesadaran lingkungan sekaligus membantu kebutuhan masyarakat terus digalakkan. Hari ini, program “Sampah Tukar Sembako” resmi diluncurkan sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara PT Bank Sultra, Bank Sampah Bumi Mepokoaso, dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lahotutu, Kecamatan Wonggeduku Barat. Minggu 10 April 2026

Program ini menjadi inovasi strategis dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, di mana warga dapat menukarkan sampah yang telah dipilah dengan kebutuhan pokok (sembako). Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi langsung bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten III Setda Konawe, Marjuni Mamir, yang mewakili Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Marjuni Mamir menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe sangat mengapresiasi kolaborasi antara PT Bank Sultra, Bank Sampah Bumi Mepokoaso, dan masyarakat. Ia menilai program “Sampah Tukar Sembako” merupakan inovasi yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga.

Ia juga berharap program ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain di Konawe, sehingga mampu menjadi gerakan bersama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Camat Wonggeduku Barat, Tasrin, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menghadirkan program yang berdampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga. Ia menegaskan bahwa kehadiran program ini merupakan langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Tasrin berharap program “Sampah Tukar Sembako” tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga lembaga pendidikan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya sehari-hari, sehingga lingkungan yang bersih dan sehat dapat terwujud secara konsisten di wilayah Kecamatan Wonggeduku Barat.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kecamatan siap memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program ini, termasuk melalui

sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas seperti Bank Sampah Bumi Mepokoaso menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berdaya guna.

“Program ini bukan hanya tentang menukar sampah dengan sembako, tetapi bagaimana kita membangun pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi,” ujar Tasrin.

Kepala Desa Lahotutu, Umar, ST, turut menyambut baik peluncuran program tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah desa akan berperan aktif dalam mendorong partisipasi masyarakat, termasuk melalui edukasi langsung kepada warga terkait pentingnya memilah sampah dari rumah tangga.

Umar juga menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari lembaga sosial tingkat desa, BPD, LPM, PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga Karang Taruna untuk bergandengan tangan mendukung penuh program pengelolaan sampah di Desa Lahotutu.

“Nanti diatur secara bersama. Kami akan melibatkan semua unsur masyarakat agar program ini berjalan maksimal. Kami ingin masyarakat terus berkarya dan melihat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, Desa Lahotutu ke depan akan berkembang menjadi desa yang bersih dan berdaya. “Saya yakin dan percaya, Desa Lahotutu akan menjadi desa yang asri, sehat, nyaman, dan indah,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua KMP Bumi Mepokoaso, Aswan, S.Sos, menjelaskan bahwa program “Sampah Tukar Sembako” merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bernilai ekonomi. Menurutnya, melalui sistem bank sampah, masyarakat didorong untuk memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

Pihak PT Bank Sultra sebagai mitra pendukung juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Dukungan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan diluncurkannya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat, serta tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Konawe.

Laporan : jumarudin Hattas

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.