
FAKTA1.COM, KONAWE— Upaya memperjuangkan nasib petani di Desa Ameroro dan Desa Humboto, Kecamatan Uepai, akhirnya membuahkan hasil.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, turun langsung ke lapangan untuk memastikan perbaikan bangunan ukur ambang lebar yang sempat menjadi sumber masalah irigasi bagi para petani.
Peninjauan lapangan dilakukan pada Jumat (11/4/2025), di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Tampak Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., MM, didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konawe, menyaksikan langsung progres perbaikan oleh tim teknis BWS.
- Viral Lagi, 3 Pemuda Sekaligus Kena Tegur Rusdi Masse: Isu Challenge Berbahaya dan Narasi “Transfer 16 Juta” Jadi Sorotan
- 10 Destinasi Wisata Terpopuler di Wajo: Dari Danau Legendaris hingga Jejak Budaya Bugis
- Profil Kabupaten Wajo dan Potensi Ekonominya: Dari Tanah Sutra hingga Jantung Perikanan Sulawesi Selatan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Langkah perbaikan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Konawe sehari sebelumnya, Kamis
RDP tersebut mempertemukan para petani Uepai, yang mengeluhkan kegagalan tanam di atas lahan seluas 143 hektare, dengan pihak BWS.
Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, mengapresiasi respons cepat dari BWS Sulawesi IV Kendari.
Ia menjelaskan bahwa ketinggian palang pada bangunan ukur ambang lebar yang semula berada di 75 cm kini telah diturunkan menjadi 50 cm, memungkinkan air mengalir kembali ke lahan pertanian.
- Viral Lagi, 3 Pemuda Sekaligus Kena Tegur Rusdi Masse: Isu Challenge Berbahaya dan Narasi “Transfer 16 Juta” Jadi Sorotan
- 10 Destinasi Wisata Terpopuler di Wajo: Dari Danau Legendaris hingga Jejak Budaya Bugis
- Profil Kabupaten Wajo dan Potensi Ekonominya: Dari Tanah Sutra hingga Jantung Perikanan Sulawesi Selatan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel









Tinggalkan Balasan