
“Ini adalah bentuk perjuangan petani yang kami fasilitasi. Dengan penurunan ketinggian palang, aliran air kini sudah menjangkau sawah mereka. Ini menjadi titik terang setelah sekian lama mereka kesulitan, “ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
I Made berharap, langkah ini bisa mempercepat masa tanam pertama bagi petani, sebagai dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Senada dengan itu, Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan BWS Sulawesi IV, H. Agus Salim Karim, ST, menyatakan bahwa pihaknya telah merespons keluhan petani dengan melakukan penyesuaian
“Untuk sementara, palang kami turunkan jadi 50 cm agar air segera bisa mengaliri lahan. Setelah masa panen, akan kami normalkan kembali,” ujarnya.
Agus juga menyebutkan bahwa setelah panen, BWS akan melakukan pengerukan sedimentasi dan perbaikan jaringan irigasi sekunder dan tersier yang rusak.
Targetnya, luas lahan terairi bisa meningkat dari 1.000 lebih hektare menjadi 3.000 hektare.








Tinggalkan Balasan