
I Made juga berharap agar langkah ini bisa mempercepat masa tanam pertama petani, sebagai dukungan konkret terhadap program ketahanan pangan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui visi Asta Cita.
Senada dengan itu, Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan BWS Sulawesi IV, H. Agus Salim Karim, ST, menegaskan bahwa penyesuaian sementara ini dilakukan demi menjawab kebutuhan mendesak petani.
“Untuk sementara, palang kami turunkan jadi 50 cm agar air segera bisa mengaliri lahan. Setelah masa panen, akan kami normalkan kembali,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihak BWS juga berencana
Dengan aliran air yang kembali normal, harapan petani untuk kembali menanam dan meningkatkan produktivitas pertanian kini terbuka lebar. Ini menjadi angin segar bagi ketahanan pangan lokal dan peningkatan kesejahteraan petani di Konawe.(*)







Tinggalkan Balasan