Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7046 Lihat semua

SIDRA, FAKTA1.COM– Tabir gelap yang menyelimuti dugaan penyimpangan penanganan perkara di tubuh Polda Sulawesi Tengah akhirnya tersingkap.

Pria berinisial MS menjadi “kotak pandora” yang membongkar dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat setelah menjalani pemeriksaan maraton yang mencekam selama 12 jam di Pangkajene, Sidrap, Minggu (3/5).

Pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 22.00 WITA tersebut menjadi titik balik krusial. Tanpa keraguan, MS melontarkan pernyataan yang menggetarkan publik:

“Semua yang viral itu benar,” tegas MS usai diperiksa, Senin (4/5).

Berita Terkini & Referensi

Misteri 31 Ponsel yang “Lenyap”
Salah satu poin paling mengejutkan dalam kesaksian MS adalah mengenai nasib barang bukti elektronik.

Dari total 72 unit ponsel yang sempat disita dalam operasi sebelumnya, MS mengungkap sebuah fakta ganjil. Meski sebagian sudah dipulangkan, terdapat selisih jumlah yang mencolok antara pengakuan MS dan versi aparat.

Total Disita: 72 Unit

Belum Kembali: ± 31 Unit

Berita Terkini & Referensi

Dampak: MS mengaku kini justru dicurigai oleh rekan-rekannya karena puluhan ponsel tersebut dianggap masih berada di tangannya, padahal status keberadaannya di pihak berwenang masih menjadi misteri.

Aliran Dana Ratusan Juta &

Kesaksian Keluarga
Penyelidikan kini melebar jauh ke urusan “uang pelicin”. Penyidik Bidpropam dilaporkan tengah mendalami dugaan aliran dana sebesar ratusan juta rupiah yang diduga digunakan untuk memuluskan pembebasan MS.

Bukan sekadar isu, bukti-bukti fisik mulai dikumpulkan:

Saksi Kunci: Perempuan berinisial AL (kerabat MS) telah diperiksa atas dugaan menyerahkan uang secara langsung.

Olah TKP: Lokasi penyerahan uang telah didatangi dan didokumentasikan oleh tim penyidik sebagai bukti pendukung.

Lima Personel Polda Sulteng Terpojok

Pernyataan berani MS ini seolah mengonfirmasi pengakuan Kabid Humas Polda Sulteng, Djoko Wienartono. Saat ini, sedikitnya lima personel polisi tengah diperiksa secara intensif oleh Propam. Mereka diduga kuat menerima “upeti” agar MS bisa menghirup udara bebas setelah sebelumnya diamankan di Sidrap.

Kasus ini kini berkembang menjadi bola salju yang mengancam kredibilitas penegakan hukum di wilayah tersebut. Publik kini menanti, sejauh mana “nyanyian” MS akan menyeret nama-nama besar lainnya ke balik jeruji besi.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.