Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7613 Lihat semua

KONAWE, FAKTA1.COM — Suasana ruang rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Kabupaten Konawe, Kamis (23/7), berlangsung dinamis dan penuh dinamika. Di balik meja-meja panjang yang dipenuhi tumpukan dokumen dan angka, tersaji perdebatan serius yang mengupas tuntas masa depan ekonomi daerah.

Target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 17,28 persen pada tahun 2027 menjadi pusat perhatian utama. Angka fantastis ini tidak sekadar dibaca sebagai optimisme di atas kertas, melainkan memantik diskusi tajam antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, membuka jalannya pembahasan dengan nada tegas. Ia menekankan bahwa proyeksi tersebut lahir dari kalkulasi matang dan potensi riil yang dimiliki oleh bumi Konawe.

“Ini bukan sekadar ambisi. Kita berbicara berdasarkan data dan potensi riil daerah,” ujar Dr. Ferdinand, memecah keheningan ruang rapat.

Meski demikian, dinamika tak terhindarkan. Sejumlah anggota Banggar melontarkan pertanyaan kritis, mempertanyakan sejauh mana kesiapan sektor-sektor unggulan dalam menopang lonjakan target yang tergolong tinggi tersebut.

“Apakah sektor pertanian kita benar-benar siap menopang target setinggi ini?” celoteh salah satu anggota dewan, yang langsung menarik perhatian seluruh peserta rapat.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Ferdinand memaparkan strategi taktis yang telah dirancang pemerintah daerah. Mulai dari penerapan program Indeks Pertanaman (IP) 300, penguatan infrastruktur irigasi, hingga adopsi teknologi pertanian modern dipastikan menjadi pilar utama penggerak.

“Kita tidak hanya bicara target, tetapi juga langkah-langkah yang terukur. Pertanian tetap menjadi tulang punggung,” tegasnya meyakinkan.

Menimbang Sektor Penggerak dan Tantangan Global
Perdebatan kian menghangat tatkala arah pembahasan merambah ke sektor pertambangan dan industri pengolahan. Sektor ini diproyeksikan sebagai motor penggerak baru ekonomi Konawe, utamanya melalui akselerasi hilirisasi

dan perluasan investasi strategis.

Melihat perbedaan pandangan yang mulai mengkristal, Ketua Komisi III DPRD Konawe, H. A. Ginal Sambari, mengambil ruang untuk menengahi. Menurutnya, target tersebut masih berada dalam koridor rasional jika berkaca pada capaian tren pertumbuhan sebelumnya yang telah menyentuh kisaran 15 persen.

“Kalau melihat tren sebelumnya yang sudah mencapai sekitar 15 persen, target ini masih dalam batas realistis. Tapi kuncinya ada pada konsistensi pelaksanaan program,” ungkap Ginal.

Kendati demikian, ia turut mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lengah terhadap berbagai variabel risiko. Fluktuasi harga komoditas global, tekanan makroekonomi nasional, hingga anomali cuaca diakui sebagai ancaman nyata yang berpotensi mengganggu stabilitas pembangunan.

“Kalau kita tidak siap mengantisipasi, angka ini bisa menjadi beban, bukan capaian,” imbuhnya memperingatkan.

Pertumbuhan Berkualitas untuk Masyarakat
Di penghujung sesi, titik temu berhasil dijangkau setelah pemerintah daerah menegaskan komitmennya bahwa pertumbuhan ekonomi yang dikejar bukanlah sekadar capaian statistik di atas kertas, melainkan pembangunan yang inklusif dan merata.

“Kita ingin pertumbuhan yang dirasakan masyarakat, bukan hanya statistik,” pungkas Dr. Ferdinand dengan nada menenangkan.

Rapat strategis ini pun ditutup dengan satu kesepahaman kolektif: target pertumbuhan 17,28 persen tetap dipertahankan, dengan catatan krusial agar seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kerja sama, disiplin eksekusi program, dan sinergi lintas sektor.

Di balik deretan angka dan proyeksi makro tersebut, tersimpan asa yang besar—bahwa Kabupaten Konawe tidak hanya berlari kencang dalam pertumbuhan, tetapi juga konsisten menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh warganya.

Laporan: Jumarudin Hattas

Kontributor Fakta 1 Konawe, Sulawesi Tenggara

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.