
FAKTA1.COM, GRESIK – Beberapa karyawan PT Petrokimia Gresik menceritakan kepada media ini perihal nasib pekerja outsourcing di PT Petrokimia Gresik selama dua tahun terakhir ini.
“Sangat miris, meski jumlah kami mayoritas, namun hak hak kami tidak diperdulikan oleh perusahaan,” keluh beberapa karyawan outsourcing salahsatu gudang di PT Petrokimia Gresik itu.
Mereka melanjutkan, para pekerja outsourcing di PT Petrokimia Gresik sudah banyak melakukan perundingan mengenai tidak dapatnya BPJS ketenagakerjaan serta minimnya upah.
- Sidrap Cup 2026 Dimulai Besok! Ajang Rp200 Juta yang Bisa Melahirkan Bintang Baru Sepak Bola Sulsel
- Sidrap Cup 2026 Resmi Kick Off 1 Juni, 24 Tim Berebut Rp200 Juta di Stadion Ganggawa
- Wabup Nurkanaah Tegaskan Tak Boleh Ada Pekerja Sidrap Tanpa Perlindungan, Pemkab Kejar Target Universal Coverage Jamsostek 2026
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Kalau ada kecelakaan saat bekerja, siapa yang bertanggung jawab, bahkan PT Petrokimia Gresik sendiri tidak mau tau,” ungkapnya.
“Orang lapangan pegawai Petrokimia sebenarnya sudah tau akan hal ini, tapi mereka tidak mau tau,” tambah mereka, Kamis (23/5/2024).
Misalnya juga terkait besaran
“Uang satu juta tidak cukup untuk kebutuhan anak istri dalam satu bulan, apalagi ada yang punya cicilan di bank,” jelasnya.
- Sidrap Cup 2026 Dimulai Besok! Ajang Rp200 Juta yang Bisa Melahirkan Bintang Baru Sepak Bola Sulsel
- Sidrap Cup 2026 Resmi Kick Off 1 Juni, 24 Tim Berebut Rp200 Juta di Stadion Ganggawa
- Wabup Nurkanaah Tegaskan Tak Boleh Ada Pekerja Sidrap Tanpa Perlindungan, Pemkab Kejar Target Universal Coverage Jamsostek 2026
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Melalui media ini, mereka meminta kepada segenap pimpinan atau pun yang berwewenang di PT Petrokimia Gresik agar memperhatikan nasib pekerja outsourcing di perusahaan penghasil pupuk tersebut.
“Mohon diperhatikan nasib kami bapak pimpinan, kalau tidak percaya sidak saja, biar tau apa yang terjadi dilapangan sebenarnya,” pintanya. (Bersambung)








Tinggalkan Balasan