Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7123 Lihat semua

Konawe, fakta1.com — Kepala Desa Puundombi, Kecamatan Tongauna Utara, Safruddin, turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda sejumlah wilayah di desanya, menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.minggu 10 Mei 2026

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini warga sekaligus mengidentifikasi titik-titik terdampak yang membutuhkan penanganan cepat. Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah berada di Dusun Tiga, RT 6, di mana genangan air merendam sejumlah rumah warga akibat luapan air yang tidak mampu ditampung oleh saluran drainase.

“Kami ingin memastikan secara langsung kondisi masyarakat di lapangan. Ini menjadi perhatian serius pemerintah desa agar langkah penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Safruddin saat berada di lokasi.

Selain pemukiman warga, banjir juga dilaporkan berdampak pada area kelompok tani yang tersebar di beberapa titik desa. Sejumlah lahan pertanian terendam air, yang dikhawatirkan dapat mengganggu produktivitas dan hasil panen petani.

Namun, karena hujan masih terus turun saat peninjauan berlangsung, dokumentasi di beberapa lokasi belum sempat dilakukan secara menyeluruh.

Pemerintah Desa Puundombi saat ini tengah melakukan pendataan terhadap jumlah rumah warga dan luas lahan pertanian yang terdampak. Pendataan ini penting sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan serta pengajuan bantuan ke pihak terkait.

Safruddin menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun instansi terkait guna mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang, termasuk upaya normalisasi saluran air dan peningkatan

infrastruktur drainase di wilayah rawan banjir.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rendah dan dekat aliran air. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa apabila terjadi kondisi darurat atau peningkatan debit air secara tiba-tiba.

“Kami berharap masyarakat tetap siaga, apalagi cuaca masih belum menentu. Keselamatan warga adalah prioritas utama, dan pemerintah desa akan terus hadir memberikan bantuan semaksimal mungkin,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi air di beberapa titik mulai berangsur surut. Meski demikian, potensi banjir susulan masih dapat terjadi jika intensitas hujan kembali meningkat.

Di akhir peninjauan, Kepala Desa Puundombi, Safruddin, juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak banjir terhadap sektor pertanian. Ia mengungkapkan bahwa jika curah hujan tinggi terus berlanjut, masyarakat khususnya para petani terancam mengalami gagal panen yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.

“Sekadar tambahan informasi, apabila curah hujan terus tinggi, masyarakat khususnya petani sangat terancam gagal panen dan akan mengalami kerugian besar. Saat ini harga gabah sekitar Rp67.000 per kilogram, dengan rata-rata hasil panen petani kurang lebih mencapai 7 ton,” ungkapnya.

Pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan terus bersinergi dalam menghadapi kondisi ini serta menjaga lingkungan, terutama kebersihan saluran air agar tidak tersumbat.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.