
KONAWE, FAKTA1.COM — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat, khususnya anak-anak dan orang tua. Kegiatan donor darah sebagai rangkaian awal dilaksanakan di Aula BKPSDM Kabupaten Konawe, Kamis, 23 Juli 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi donor darah, dilanjutkan pada Jumat, 24 Juli 2026, melalui kegiatan Salam Anak Sehat di Lapangan Pemda, dan ditutup pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan lomba motorik tim tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung nilai edukasi, kesehatan, serta penguatan karakter anak sejak dini.
Kepala BNNK Konawe, Kompol H. Bandus Tira Wijaya, A.Md., S.H., usai mendonorkan darahnya, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menumbuhkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Sebagai sesama manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk saling tolong-menolong. Momentum Hari Anak Nasional dan Hari Anti Narkotika Internasional ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli, terutama terhadap anak-anak sebagai generasi penerus,” ujarnya.
- KJI Sulsel Satukan Langkah, Rapat Pemantapan Raker Digelar di Cafe VOC Sidrap
- Monitoring dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026, Rutan Sidrap Raih Terbaik I Pengelolaan BMN dan Umum
- Sebelum Pergi, Aminuddin Titipkan Kata Maaf untuk Anaknya, Warga Sidrap Ini Tutup Usia Usai Operasi
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Ia menegaskan, kegiatan donor darah yang dilaksanakan bukan untuk kepentingan institusi, melainkan sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Donor darah ini bukan untuk kepentingan BNN maupun PMI, tetapi untuk masyarakat Konawe. Kebutuhan darah di fasilitas kesehatan hampir setiap hari ada. Dari kita untuk mereka, dan bisa jadi suatu saat kembali kepada kita atau keluarga kita,” tambahnya.
Menurutnya, selain bernilai kemanusiaan, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, salah satunya membantu proses regenerasi sel darah dalam tubuh.
Lebih lanjut, Bandus menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mencegah penyalahgunaan narkotika pada anak. Ia menyebut, salah satu faktor utama anak terjerumus adalah tingginya rasa ingin tahu yang tidak diimbangi dengan perhatian dan komunikasi yang baik dalam keluarga.
- KJI Sulsel Satukan Langkah, Rapat Pemantapan Raker Digelar di Cafe VOC Sidrap
- Monitoring dan Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026, Rutan Sidrap Raih Terbaik I Pengelolaan BMN dan Umum
- Sebelum Pergi, Aminuddin Titipkan Kata Maaf untuk Anaknya, Warga Sidrap Ini Tutup Usia Usai Operasi
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jika tidak ada perhatian dari orang tua, mereka akan mencari informasi di luar yang belum tentu benar. Karena itu, kami tidak hanya mengedukasi anak-anak, tetapi juga orang tuanya agar lebih peduli dan membuka ruang komunikasi,” jelasnya.
Ia pun mengimbau seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak sejak dini.
“Jangan sampai perhatian datang ketika anak sudah terlanjur terpapar narkoba. Itu yang harus kita cegah bersama,” tegasnya.
Bandus juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak membawa manfaat, melainkan berdampak buruk terhadap kehidupan pribadi maupun keluarga.
“Tidak
Sejalan dengan cita-cita mewujudkan Generasi Emas 2045, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan narkoba membutuhkan kolaborasi semua pihak, tidak hanya BNN.
“Ini bukan hanya tugas BNN, tetapi juga Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kita harus bersama-sama memastikan generasi muda Konawe tumbuh sehat, aman, dan bebas dari narkoba,” pungkasnya.
Sementara itu, di lokasi yang sama, Unit Pelayanan Darah (UPD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe melalui dr. Ucy Nadjmiya, Sp.PK, menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang transfusi darah serta mendukung kegiatan kemanusiaan.
Saat diwawancarai di sela kegiatan, dr. Ucy menyampaikan bahwa hingga pukul 13.00 WITA, pihaknya telah berhasil mengumpulkan sebanyak 57 kantong darah.
“Alhamdulillah, kegiatan donor darah hari ini berlangsung lancar. Kami berharap darah yang terkumpul dapat dimanfaatkan bagi pasien yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang tercermin dari jumlah pendonor yang mencapai 57 orang.
Lebih lanjut dijelaskan, sebelum pelaksanaan donor darah, setiap calon pendonor wajib melalui proses skrining awal yang meliputi wawancara, pengisian formulir, serta pemeriksaan kondisi fisik seperti usia, berat badan, kadar hemoglobin (Hb), dan tekanan darah.
Melalui skrining tersebut, pihaknya memastikan bahwa darah yang diambil memiliki kualitas yang baik. Namun demikian, sebelum digunakan untuk transfusi, darah masih akan melalui serangkaian pemeriksaan lanjutan di Unit Pelayanan Darah RSUD Konawe. Seluruh proses dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, sehingga darah yang diterima pasien dipastikan aman dan layak digunakan.
Ia menegaskan bahwa calon pendonor dengan kadar hemoglobin rendah atau dalam kondisi anemia tidak diperkenankan mendonorkan darah, demi menjaga keselamatan pendonor maupun penerima.
Menurutnya, donor darah merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor karena membantu proses regenerasi sel darah dalam tubuh.
“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjadi pendonor secara rutin sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menjaga kesehatan,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BNNK Konawe mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, demi terciptanya lingkungan yang sehat, harmonis, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.(*)








Tinggalkan Balasan