
Jakarta, 11 Juni 2025 —
Kondisi bangsa pasca transisi kepemimpinan nasional menuntut ketegasan dan keberanian Presiden Prabowo Subianto dalam menata ulang kabinetnya. Suara publik kian nyaring menyerukan agar para menteri yang dinilai tidak berintegritas dan tidak profesional segera dicopot.
Dalam sebuah pernyataan terbaru, pengamat kebijakan publik Saiful Huda Ems menyampaikan kekhawatiran terhadap beberapa nama dalam kabinet yang ia nilai telah menyimpang dari semangat reformasi, bahkan terindikasi merugikan negara melalui kebijakan yang pro-oligarki dan tidak berpihak kepada rakyat.
“Presiden Prabowo harus segera menendang keluar para menteri yang terlibat dalam pengurasan sumber daya alam bangsa—dari nikel, emas, batubara hingga perampasan lahan rakyat,” tegas Saiful Huda.
Menurutnya, beberapa kebijakan di sektor pertambangan dan energi telah memberikan ruang bagi praktik koruptif, perusakan lingkungan, serta ketimpangan sosial yang makin dalam. Ia menyoroti maraknya aktivitas ilegal dan lemahnya penegakan hukum sebagai faktor utama kerusakan lingkungan dan hilangnya kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Saiful juga menyoroti langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ia nilai belum menyentuh aktor-aktor besar yang seharusnya lebih dahulu diproses hukum.
“KPK jangan sibuk mengurus
perkara kecil yang tidak merugikan negara secara langsung, sementara para aktor besar dibiarkan bebas,” ujarnya, merujuk pada kasus yang menimpa politisi PDI-P Hasto Kristiyanto yang disebutnya sebagai “tahanan politik.”TRENDING
Saiful mengusulkan agar Presiden Prabowo mengangkat tokoh-tokoh baru yang memiliki rekam jejak baik dan keberpihakan terhadap rakyat. Salah satu nama yang ia dorong adalah Haidar Alwi, seorang aktivis sosial dan pelaku usaha yang dikenal giat membantu masyarakat miskin.
“Tanpa jabatan pun Bang Haidar sudah banyak berbuat untuk rakyat. Jika diberi posisi strategis, saya yakin ia akan menjadi kekuatan nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Saiful mengajak Presiden Prabowo untuk membuka mata terhadap realitas di bawah: rakyat menjerit karena eksploitasi alam, judi online, pinjaman digital yang mencekik, dan pelayanan publik yang buruk.
“Banyak menteri sekarang bebal, tidak punya empati, bahkan terkesan menjadikan rakyat sebagai ladang eksploitasi. Sudah saatnya Presiden melakukan bersih-bersih kabinet,” pungkasnya.








Tinggalkan Balasan