Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7871 Lihat semua

SIDOARJO, FAKTA1.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi masyarakat justru berujung pada insiden darurat kesehatan di Sidoarjo. Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, mengalami gangguan kesehatan secara massal pada Selasa, 1/9/2026, yang diduga kuat akibat mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Menanggapi insiden ini, Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing bersama Bupati Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo langsung turun tangan meninjau kondisi para korban di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD R.T. Notopuro, RSI Siti Hajar, serta RS Delta Surya.

Berdasarkan data penanganan di lapangan, lonjakan pasien sempat terjadi di beberapa rumah sakit rujukan. Di RSUD R.T. Notopuro, jumlah santri yang mendapat perawatan medis mencapai hampir 200 orang. Sementara itu, RSI Siti Hajar merawat sekitar 58 santri, dan RS Delta Surya menangani sekitar 15 santri dengan gejala ringan.

Di tengah kekhawatiran para wali santri, Kombes. Pol. Christian Tobing memastikan bahwa proses penanganan medis

berjalan cepat dan optimal. Sebagian pasien yang kondisinya telah menunjukkan perkembangan positif bahkan sudah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan stabil oleh tim medis.

“Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan aman dan tim medis telah melakukan penanganan secara maksimal,” ujar Kombes. Pol. Christian Tobing saat menjenguk para santri di rumah sakit.

Pihak kepolisian bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo juga mengimbau para orang tua dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah percaya pada informasi atau hoaks yang beredar pasca-insiden ini. Pengamanan dan pengawalan ketat terus dilakukan aparat sejak proses evakuasi dari kompleks pondok pesantren hingga penanganan intensif di rumah sakit.

Hingga kini, aparat penegak hukum dan instansi terkait masih berfokus pada pemulihan kesehatan para santri sambil mendalami akar permasalahan dari insiden yang mencoreng pelaksanaan program gizi tersebut. (Redho)