Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7705 Lihat semua

KONAWE – Sebuah kunjungan pejabat negara bukan sekadar agenda seremonial. Di baliknya, ada kerja panjang yang nyaris tak terlihat publik. Puluhan tangan bekerja, koordinasi dibangun tanpa henti, sementara setiap detail dipastikan berada pada tempatnya. Itulah suasana yang tergambar dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Konawe menjelang kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Rabu (6/8/2026), seluruh unsur yang memiliki peran dalam agenda tersebut duduk bersama menyatukan persepsi. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., serta dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah terkait bersama perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dari Kendari.

Tidak ada ruang bagi persiapan yang dilakukan setengah hati. Satu per satu agenda dibedah secara rinci, mulai dari susunan acara, kesiapan lokasi, pengaturan arus tamu, dukungan logistik, pengamanan, hingga pembagian tugas kepada setiap unsur yang terlibat. Semua dibahas dengan satu tujuan, memastikan kunjungan Menteri berlangsung tanpa hambatan.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa keberhasilan sebuah agenda kenegaraan tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari kekompakan seluruh elemen yang terlibat. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta memahami perannya secara utuh dan melaksanakan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.

Rapat juga memberi perhatian pada konsep penyambutan Menteri. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penggunaan pakaian adat Konawe oleh para penyambut. Gagasan tersebut dipandang bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada tamu negara sekaligus media memperkenalkan identitas budaya dan kearifan lokal Kabupaten

Konawe kepada pemerintah pusat.

Pembahasan kemudian bergeser pada komposisi rombongan Menteri. Kemungkinan kehadiran Ibu Menteri turut menjadi bahan diskusi. Namun hingga rapat berlangsung, belum ada kepastian resmi mengenai susunan rombongan yang akan datang ke Konawe. Pemerintah daerah memilih menunggu informasi final dari Protokol Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengingat pada kunjungan sebelumnya Ibu Menteri tidak ikut mendampingi.

Aspek teknis lainnya juga tidak luput dari perhatian. Penataan lokasi kegiatan, kesiapan sarana dan prasarana, sistem pengamanan, mobilisasi kendaraan, pengaturan peserta, hingga dukungan operasional dibahas secara menyeluruh. Keseluruhan persiapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai skenario yang telah disusun.

Sebagai bentuk mitigasi terhadap berbagai kemungkinan di lapangan, rapat menyepakati pelaksanaan gladi bersih sebelum hari pelaksanaan. Simulasi itu akan menjadi tahapan akhir untuk menguji kesiapan seluruh personel, menyelaraskan alur acara, sekaligus mengevaluasi setiap potensi kendala agar dapat diantisipasi sejak dini.

Bagi Pemerintah Kabupaten Konawe, kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan bukan sekadar menerima tamu negara. Momentum ini menjadi kesempatan memperlihatkan kapasitas birokrasi daerah dalam membangun koordinasi, kedisiplinan, serta profesionalisme dalam menyelenggarakan agenda pemerintahan.

Karena itu, seluruh hasil rapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing perangkat daerah agar pada hari pelaksanaan nanti, Konawe tampil sebagai tuan rumah yang siap, tertata, dan mampu meninggalkan kesan baik di hadapan pemerintah pusat.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.