
“Habis gelap terbitlah terang.” — R.A. Kartini 🤍
SURABAYA -Kalimat bersejarah nan penuh makna ini kembali menggema, memompa semangat generasi muda di MTs. SAFINDA Surabaya. Tepat pada Selasa, 21 April 2026, suasana madrasah tampak jauh lebih semarak dan penuh warna dari biasanya. Mulai dari mentari pagi menyapa pukul 06.45 WIB hingga sore hari pukul 15.30 WIB, gempita perayaan Hari Kartini sukses digelar dengan senyum dan antusiasme yang tak pernah surut dari wajah para siswa.
Alhamdulillah, kemeriahan dan kelancaran acara ini tak lepas dari peran luar biasa para pendidik. Di bawah arahan dan bimbingan langsung oleh Kepala Sekolah, Ustadzah Farida Aisyah Hanief, S.Sos., berserta jajaran Ustadz dan Ustadzah lainnya, kegiatan ini berhasil diramu menjadi sebuah momentum yang tak sekadar seremonial, melainkan sarat akan nilai edukasi. Beliau-beliau hadir di tengah-tengah siswa, mengayomi sekaligus memotivasi agar setiap anak berani tampil percaya diri memancarkan potensinya.
- “Dalle Na La Dalle” di Sidrap, 46 Tahun Irit dan Berangkat ke Tanah Suci
- Wajo di Panggung Strategis Kemiskinan Sulsel, Wabup Baso Rahmanuddin Dorong “Serangan Terpadu” Hingga 2027
- Bupati Syaharuddin Tegaskan Kesejahteraan Petani Prioritas Utama dalam Capaian 1 Juta Ton Gabah
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Rangkaian acara pun dirancang untuk memantik kreativitas dan kemandirian peserta didik. Halaman sekolah disulap bak miniatur
Satu hal yang paling istimewa dan patut dibanggakan: seluruh siswa-siswi tampil menawan mengenakan pakaian adat Nusantara yang tetap sopan dan menutup aurat. Hal ini menjadi cerminan indah bahwa kekayaan ragam budaya bangsa dapat bersanding sangat harmonis dengan nilai-nilai syariat Islam yang dijunjung tinggi di madrasah.
Melalui perayaan yang hangat dan penuh makna ini, besar harapan agar semangat juang dan kemandirian R.A. Kartini senantiasa hidup dan menyala dalam sanubari setiap peserta didik. Dipandu oleh ketulusan para guru, semoga generasi muda MTs. SAFINDA terus tergerak untuk rajin belajar, tak lelah berkarya, dan kelak mampu berkontribusi positif membawa “terang” bagi agama, nusa, dan bangsa.
(Redho)








Tinggalkan Balasan