Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6953 Lihat semua

TOLIKARA, FAKTA1.COM – Sebuah langkah besar menuju visi “Tolikara Religius” kembali dipancangkan. Di bawah langit Distrik Geya, Pemerintah Kabupaten Tolikara menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya menyentuh fisik wilayah, tetapi juga menyentuh relung spiritual masyarakatnya.

​Pada Jumat (24/04/2026), Bupati Tolikara Willem Wandik secara resmi memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kantor Klasis Geya.

Momentum ini bukan sekadar seremoni konstruksi, melainkan simbol kuat kemanunggalan antara pemerintah dan gereja dalam membangun fondasi sosial di pegunungan Papua.

Pusat Peradaban dan Karakter

​Suasana khidmat menyelimuti lokasi kegiatan saat doa dipanjatkan. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Ketua Wilayah Toli Pdt. Yeremias Wandik, Ketua Klasis Goyage Pdt. Yarin Kogoya, dan Ketua Calon Klasis Geya Pdt. Yiwe Yikwa, mempertegas bahwa pembangunan ini adalah kerinduan kolektif umat.

​Bupati Willem Wandik berharap kantor klasis ini nantinya tidak hanya berdiri sebagai gedung administratif, tetapi bertransformasi menjadi:

  • ​Pusat Pelayanan Rohani: Ruang bagi umat untuk mencari kedamaian dan bimbingan.
  • ​Sentral Pembinaan Karakter: Wadah bagi generasi muda Tolikara untuk tumbuh di atas nilai-nilai iman yang kokoh.
  • ​Motor Penggerak Sosial: Menjadi jembatan komunikasi antara aspirasi jemaat dan program pemerintah.

​Sebagai bukti nyata dukungan pemerintah, Bupati menyerahkan bantuan stimulan senilai Rp100 juta kepada panitia pembangunan.

“Ini adalah bentuk investasi kita untuk masa depan jiwa dan raga masyarakat Tolikara,” ungkap Bupati di sela-sela kegiatan.

Mendengar Suara dari

Akar Rumput

​Tak hanya soal rumah ibadah, kunjungan ini dimanfaatkan Bupati untuk menyerap aspirasi langsung. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil pemerintah ke depan harus berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

​”Pemerintah sedang aktif menjemput bola. Kami ingin setiap program pembangunan lahir dari suara masyarakat di distrik-distrik, agar hasilnya tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya secara langsung,” tegas Willem Wandik.

​Distrik Geya pun tampil proaktif. Kepala Distrik Geya, Toni Weya, menyuarakan aspirasi masyarakat yang mendambakan konektivitas. Prioritas utama yang diusulkan antara lain:

  • ​Infrastruktur Jalan & Jembatan: Peningkatan akses yang menghubungkan Karubaga menuju Wenam, Geya, hingga Goyage.
  • ​Layanan Dasar: Penguatan fasilitas kesehatan dan pendidikan di wilayah terpencil.
  • ​Ekonomi Kerakyatan: Pengembangan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Harapan untuk Pemerataan

​Tokoh masyarakat yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas langkah jemput bola ini. Mereka berharap pola pembangunan yang merata dan berkelanjutan terus dijaga, hingga menyentuh kampung-kampung yang selama ini sulit dijangkau.
​Dengan diletakkannya batu pertama Kantor Klasis Geya, secercah harapan baru tumbuh di Distrik Geya.

Sinergi antara pemerintah, gereja, dan rakyat kini menjadi fondasi tak tergoyahkan untuk mewujudkan Tolikara yang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga sejahtera dalam iman. (Fery)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.