Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7135 Lihat semua

FAKTA1.COM, KONAWE— Dalam rangka Sosialisasi Rancangan Usulan Pokok-Pokok Pikiran DPRD Konawe Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Kerja (Renja) 2026,

Pimpinan beserta Anggota DPRD Kabupaten Konawe melakukan Rapat Kerja (Raker), yang digelar di Gedung Gusli Topan Sabara, Kamis (30/1/2025).

Kegiatan sosialisasi ini di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Konawe, I MADE ASMAYA.SPd.,M.M, dalam sambutannya Ketua DPRD Kabupaten Konawe, mengharapkan semangat dan optimisme rekan – rekan Anggota DPRD dalam menyalurkan aspirasi masyarakat serta memgawasi setiap tahapan realisasinya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daera (DPRD) kabupaten Konawe,  I MADE ASMAYA.SPd.,M.M, mengatakan, maksud dari diadakan Raker tersebut adalah sebagai Sosialisasi Kamus Usulan Pokok- pokok Pikiran DPRD Konawe Tahun Anggaran 2026 serta Finalisasi dan Sosialisasi Rencana Kerja DPRD
Konawe.

“Tujuannya, untuk menginformasikan dan mendiskusikan usulan Pokok-pokok Pikiran dan Rencana Kerja kepada para Anggota DPRD kabupaten Konawe beserta stakeholder terkait,” ujarnya.

Dirinya pun mengemukakan penting, bahwa finalisasi rancangan usulan Pokok-pokok Pikiran DPRD dan Rencana Kerja DPRD merupakan tahapan yang penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
(RKPD).

“Proses ini melibatkan pengumpulan, analisis, dan
penyusunan informasi yang diperlukan untuk
merumuskan usulan yang sesuai dengan
kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam
proses Finalisasi ini. Anggota DPRD Konawe
bekerjasama untuk menyusun relevan dan efektif guna
pengembangan RKPD,” terang I MADE ASMAYA.SPd.,M.M,

“Langkah-langkah yang diambil meliputi evaluasi
data, identifikasi kebutuhan, serta perumusan
rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi
positif bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, proses
Finalisasi Rancangan Usulan Pokok-Pokok Pikiran
dan Rencana Kerja DPRD Konawe diharapkan dapat
menghasilkan usulan yang komprehensif dan
berdaya guna untuk mendukung pembangunan
daerah secara efektif dan efisien.

“Kolaborasi antar Anggota DPRD Konawe  serta pihak terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan dalam
menyusun usulan yang dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” sebut Politisi PDIP ini.

Dokumen ini lanjut kata,  MADE ASMAYA.SPd.,M.M,, juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga tercipta

kerjasama yang. harmonis dalam
pembangunan daerah. “Usulan ini menjadi
instrumen penting dalam memastikan bahwa
kebijakan pemerintah daerah benar-benar
mencerminkan kepentingan dan kebutuhan
masyarakat secara menyeluruh,” jelas dia.

Selain itu, Rencana Kerja DPRD Kabupaten Konawe lanjut masih Ketua DPRD Konawe, I MADE ASMAYA.SPd.,M.M,, juga harus sejalan dengan visi dan misi daerah, serta memperhatikan kebutuhan dan aspirasi rakyat. Hal ini penting agar kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

“Dengan mempertimbangkan kepentingan rakyat,
DPRD dapat menjadi wakil yang efektif dalam
mengawal pembangunan daerah. Kemudian,
prioritaskan program dan kegiatan yang memiliki
dampak langsung terhadap peningkatan
kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Sementara, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, SP, MH., usai Rapat Sosialisasi Rancangan Usulan Pokok-Pokok Pikiran yang di gelar di DPRD Konawe, media berkesempatan mewawancara, dalam kesempatan tersebut ia mengatakan, sebagaimana ketetapan Ketentuan Kemendagri terkait Pokir (Pokok Pikiran) diatur dalam Pasal 178 Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Pokir merupakan usulan pengadaan barang dan jasa yang berasal dari aspirasi masyarakat,

Harapan kita, tahapan proses perencanaan penganggaran untuk di tahun 2026 berjalan sesuai Treknya, kemudian ada berbagai macam jenis dan Tehnis baik penginputan maupun tatacara nya dalam rapat tadi kita samakan Persepsinya dan akhirnya Pokir pokir yang secara keseluruhan yang tidak tertampung itu akan diusulkan dalam kegiatan Musrenbang dan bersama kita kawal agar apa yang menjadi aspirasi masyarakat itu dapat terakomodir dan tentunya mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Terakhir ia menambahkan, seberapa banyak pun Pokok Pikiran (Pokir) kalau kemampuan keuangan daerah kita tidak mampu ya akan sulit juga, dan Alhamdulillah tadi saat Rapat teman teman DPRD sangat Care atau peduli dan ini menjadi Point penting untuk pelaksanaan perencanaan penganggaran kedepannya, Pungkasnya. (q’L)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.