Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 8210 • Lihat semua

Makassar, Fakta1.Com – Menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) melakukan Aksi Unjuk Rasa di Pertigaan Hertasning Pettarani, Makassar, Rabu (28/10/2026).

Dalam aksinya, Mahasiswa memblokade jalan, bakar ban, menyandera mobil tronton sambil membentangkan spanduk bertuliskan “SATU NUSA, SATU BANGSA: PEMUDA BERSATU LAWAN KARHUTLA!” dan membawa beberapa Tuntutan di antaranya: Mendesak Pemerintah Untuk Segera mengatasi karhutla di berbagai wilayah Indonesia, Prioritaskan Pemulihan dan bantuan kesehatan Terhadap masyarakat yang terdampak karhutla dan Copot Menteri Kehutanan.

Diketahui, Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap Rezim Prabowo-Gibran pada momentum sumpah pemuda yang menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum tertangani secara maksimal.

Oleh sebab itu, Jenderal Lapangan, Respek menegaskan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu isu utama yang melatarbelakangi pihaknya menggelar aksi unjuk rasa.

“Di Momentum Sumpah Pemuda, kami menilai bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai provinsi di Indonesia menjadi alarm serius atas lemahnya upaya mitigasi dan penanganan bencana lingkungan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka harus lebih serius dalam memperkuat langkah pencegahan,” Ujar Respek dalam orasinya.

Respek juga beranggapan bahwa Pemerintah harus memprioritaskan penanganan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

“Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah. Paparan asap yang ditimbulkan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret untuk melakukan penanganan darurat secara optimal,” Ucapnya.

Diwaktu yang sama, Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa, Fajar Wasis menyinggung kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Sulawesi Selatan.

“Kami tegaskan kembali, sebelum Prabowo Subianto menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan, pemerintah harus membuktikan keseriusannya dengan mengambil langkah nyata dalam menangani karhutla. Jangan sampai kunjungan presiden hanya menjadi agenda seremonial, sementara penderitaan masyarakat akibat bencana ekologis terus diabaikan.” Jelasnya. (Tim)

Sumpah Pemuda di Makassar Berdarah Asap, GAM Blokade Jalan Desak Prabowo-Gibran Atasi Karhutla

Terima kasih telah membaca artikel ini. Temukan informasi dan berita terbaru lainnya melalui kanal resmi kami.

Ikuti informasi terbaru melalui Saluran WhatsApp .