
FAKTA1.COM, SIDRAP – Kasus penganiayaan berdarah terjadi di Lapangan Sepak Bola Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Kamis pagi (17/4/2024), sekitar pukul 08.20 WITA.
Seorang tenaga medis inisial AD (25) menderita luka serius di beberapa bagian tubuh setelah ditebas menggunakan parang oleh remaja (16).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pihak, korban dan pelaku awalnya saling mengenal lewat media sosial Instagram.
Pertemuan mereka berujung pada hubungan dekat. Korban disebut menjanjikan sejumlah uang kepada pelaku, namun tidak menepatinya.
- Pemkab Sidrap Pasang Badan, Agen Gas Elpiji 3 Kg Diingatkan, Jangan Mainkan Harga
- Mahasiswa KKN Unhas Edukasi 87 Siswa SD di lSidrap, Ajarkan Cara Aman Gunakan Gadget untuk Jaga Kesehatan Mata
- KJI Sulsel Satukan Langkah, Rapat Pemantapan Raker Digelar di Cafe VOC Sidrap
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Merasa dipermainkan dan tertekan oleh ancaman korban, pelaku kemudian merencanakan aksi balasan.
Ia membawa sebilah parang panjang yang disembunyikan di balik jaketnya saat kembali diajak bertemu oleh korban di lapangan sepak bola Desa Teppo. Begitu sampai di lokasi, pelaku langsung menebas tubuh korban secara membabi buta.
Korban mengalami sejumlah luka serius, antara lain robekan
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Bilokka untuk mendapatkan penanganan pertama sebelum dirujuk ke RS Nene Mallomo di Pangkajene karena luka yang cukup parah.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Tellu Limpoe telah menangani kasus ini dan berkoordinasi dengan Polres Sidrap untuk proses hukum lebih lanjut.
- Pemkab Sidrap Pasang Badan, Agen Gas Elpiji 3 Kg Diingatkan, Jangan Mainkan Harga
- Mahasiswa KKN Unhas Edukasi 87 Siswa SD di lSidrap, Ajarkan Cara Aman Gunakan Gadget untuk Jaga Kesehatan Mata
- KJI Sulsel Satukan Langkah, Rapat Pemantapan Raker Digelar di Cafe VOC Sidrap
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Setiawan Sunarto mengatakan bahwa pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Sidrap guna penyelidikan lebih lanjut.
“Sudah diamankan. Pelaku anak dibawah umur, motif sementara sakit hati. Kami masih melakukan penyelidikan,” singkatnya. (*)








Tinggalkan Balasan