
KONAWE, FAKTA1.COM — Menyikapi maraknya angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah hukum Kabupaten Konawe dalam beberapa bulan terakhir, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Konawe, IPTU Chaidir Akbar, S.IP., mengambil langkah yang tidak biasa. Sejak hari pertama menjabat sebagai Kasatlantas yang baru, ia langsung menginisiasi kegiatan pengajian dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk menolak bala, memohon perlindungan dari Allah SWT, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih berhati-hati di jalan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Satlantas Polres Konawe dan dihadiri oleh puluhan personel Satlantas, perwira dan bintara Polres Konawe, tokoh agama, perwakilan masyarakat, serta sejumlah komunitas pengendara motor dan mobil. Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dzikir bersama, dan doa tolak bala yang dipimpin oleh ustaz setempat. Selanjutnya, tausiah disampaikan dengan menekankan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menghindari kebut-kebutan, serta menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya.
IPTU Chaidir Akbar, menegaskan bahwa pendekatan penegakan hukum saja tidak cukup untuk menekan angka kecelakaan. Menurutnya, upaya spiritual adalah pelengkap yang dapat memperkuat kesadaran dan keikhlasan masyarakat dalam menjaga keselamatan berkendara.
“Ikhtiar manusia harus lengkap. Kita sudah lakukan patroli, penegakan aturan, dan sosialisasi di jalan. Tapi doa dan pengajian ini adalah wujud kita memohon perlindungan Allah SWT. Semoga
Sejak kehadiran IPTU Chaidir Akbar, pengajian tolak bala menjadi agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala di Kantor Lantas Polres Konawe, serta masjid-masjid wilayah hukum Polres Konawe. Inisiatif ini mendapat sambutan hangat salah satu warga di Kelurahan Tumpas, yang menilai langkah tersebut bukan hanya mencegah lakalantas secara fisik, tetapi juga membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Tokoh masyarakat yang hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya tersebut. Menurut mereka, jarang ada pejabat yang menggabungkan strategi teknis dan spiritual sekaligus.
“Kami sangat mendukung langkah ini. Keselamatan itu bukan hanya soal patuh aturan, tapi juga doa dan niat baik. Kalau ini dilakukan terus-menerus, insya Allah Konawe akan lebih aman,” ungkap H. Andi Mapatundru, salah satu tokoh agama Tumpas.
Dengan adanya sinergi antara penegakan hukum, edukasi, dan penguatan nilai spiritual, Polres Konawe berharap tingkat kepatuhan pengendara dapat meningkat signifikan. IPTU Chaidir Akbar juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama setiap kali berada di jalan, demi melindungi nyawa diri sendiri maupun orang lain.(*)








Tinggalkan Balasan