Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7130 Lihat semua

MEDAN, FAKTA1.COM – Suasana haru menyelimuti halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pancurbatu pada Senin (11/5/2026).

Marditta Silaban, orang tua dari Riski Cristian Tarigan, tak mampu membendung air matanya usai menjenguk sang buah hati yang kini tengah menjalani masa hukuman sebagai terdakwa kasus pencurian ponsel.

​Kehadiran Marditta tidak sendirian. Ia didampingi oleh Pendeta HKBP Pardamean Jalan Pancing Medan, Pdt. Tampak Hutagaol, serta Leo Sihombing, orang tua dari Glen Ditto Oppusunggu. Kedatangan mereka bertujuan untuk memberikan penguatan spiritual dan dukungan moral bagi para anak yang tengah menghadapi jeruji besi.

​Mengetuk Pintu Langit demi Keadilan
​Dalam keterangannya, Marditta mengungkapkan bahwa saat ini pihak keluarga hanya bisa berserah sepenuhnya kepada Sang Pencipta di tengah upaya hukum yang sedang berjalan.
​”Kami hanya bersandar pada Tuhan. Semua yang terjadi dalam kehidupan kami, kami serahkan pada-Nya. Kami bermohon selalu agar keadilan berpihak pada kami dan anak-anak kami,” ungkap Marditta dengan suara bergetar.

​Harapan besar digantungkan pada agenda putusan Praperadilan (Prapid) yang dijadwalkan berlangsung esok hari. Marditta berharap adanya mukjizat agar kebenaran yang sesungguhnya dapat terungkap di

meja hijau.

​Dukungan Spiritual di Dua Lapas
​Sebelum menyambangi Pancurbatu, rombongan juga telah mengunjungi Lapas Tanjung Gusta Medan untuk menemui Glen Ditto Oppusunggu. Pendeta Tampak Hutagaol menegaskan bahwa hukuman penjara bukanlah penentu akhir masa depan seseorang, terutama jika terdapat ketidakadilan dalam prosesnya.

​”Bukan hukuman ini yang menentukan kehidupan seseorang. Keadilan ada di tangan Tuhan. Bisa saja dalam kehidupan ini yang salah tidak dihukum, dan yang tidak bersalah justru mendapat hukuman,” jelas Pdt. Tampak Hutagaol.

​Ia menambahkan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memastikan kedua pemuda tersebut tetap teguh dalam iman. Pihak keluarga dan tokoh agama berharap agar kedua anak mereka diberikan kekuatan fisik dan mental dalam menghadapi proses hukum yang dinilai penuh perjuangan tersebut.

​Besok akan menjadi hari penentu bagi Riski dan Glen, di mana putusan Prapid diharapkan mampu memberikan titik terang atas rasa keadilan yang selama ini diperjuangkan oleh kedua orang tua mereka.

​Reporter: Tim Redaksi

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.