
Konawe, Fakta.com — Di tengah derasnya arus digital dan perubahan gaya hidup anak-anak masa kini, Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe terus berupaya menanamkan nilai-nilai karakter melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.” Program ini digagas untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, beretika, dan berkepribadian kuat.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Balai Pertemuan Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh para kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa dari berbagai jenjang pendidikan dasar di seluruh wilayah Konawe.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd., M.H., saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, menegaskan pentingnya pembiasaan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah sebagai pondasi pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
- Sopir Asal Palopo Jadi Korban Cemburu Buta, Disekap dan Dianiaya Padahal Tak Tahu Apa-Apa
- Sidrap Siapkan “Senjata Baru” dari Beras! Surplus 300 Ribu Ton Lebih, Investor Mulai Melirik
- Di Balik Pertemuan PLN dan Bupati Wajo, Ada Satu Pesan Penting: Listrik Kini Bukan Lagi Sekadar Lampu Menyala
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kami ingin memastikan setiap anak di Konawe tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, disiplin, jujur, dan peduli terhadap sesama,” ujar Dr. Suriyadi.
Ia menambahkan, program ini juga merupakan bagian dari penguatan implementasi Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten terbukti memberi dampak positif bagi anak-anak di sekolah.
“Anak-anak yang membiasakan diri bangun pagi akan menjadi lebih disiplin dan mampu datang tepat waktu ke sekolah. Kebiasaan makan sehat membuat mereka lebih bugar dan mandiri. Yang tidak kalah penting, semangat belajar serta kepedulian sosial juga tumbuh lebih kuat,” jelasnya.
Sementara itu,
Ketujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
Menurut Irawansyah, tujuh kebiasaan sederhana ini dirancang agar dapat diterapkan secara konsisten baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dengan begitu, nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dapat tumbuh alami dalam diri anak sejak usia dini.
- Sopir Asal Palopo Jadi Korban Cemburu Buta, Disekap dan Dianiaya Padahal Tak Tahu Apa-Apa
- Sidrap Siapkan “Senjata Baru” dari Beras! Surplus 300 Ribu Ton Lebih, Investor Mulai Melirik
- Di Balik Pertemuan PLN dan Bupati Wajo, Ada Satu Pesan Penting: Listrik Kini Bukan Lagi Sekadar Lampu Menyala
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Ia juga menegaskan bahwa implementasi program tersebut akan dipantau secara berkala.
“Seluruh satuan pendidikan wajib mengisi dan mengirim progres pelaksanaan melalui dasbor Kebiasaan Anak Indonesia. Target kami, sebelum Desember tahun ini, seluruh sekolah di Kabupaten Konawe sudah mencapai 100 persen pelaksanaan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Dr. Suriyadi kembali menekankan pentingnya keteladanan dari para kepala sekolah dan guru dalam menerapkan nilai-nilai positif di lingkungan belajar.
“Pendidikan karakter tidak bisa hanya diceramahkan, tetapi harus dicontohkan. Guru adalah teladan utama bagi peserta didik,” tegasnya.
Melalui program ini, Dinas Pendidikan Konawe berharap terciptanya lingkungan pendidikan yang inspiratif, humanis, dan berorientasi pada penguatan nilai moral serta kecerdasan sosial anak-anak di daerah tersebut.








Tinggalkan Balasan