Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6415 Lihat semua

FAKTA1.COM, KENNDARI— Saudara Fino menyatakan sikap penolakan keras terhadap wacana DPR yang ingin menghapus sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung dan mengembalikannya menjadi dipilih oleh DPR atau DPRD. Fino menilai wacana tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kedaulatan rakyat dan kemunduran serius dalam demokrasi Indonesia.

Dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa pilkada langsung adalah hasil perjuangan panjang reformasi yang bertujuan mengakhiri dominasi elite politik dalam menentukan pemimpin daerah. Upaya DPR untuk menarik kembali hak rakyat memilih pemimpinnya dianggap sebagai langkah mundur yang mempersempit ruang demokrasi.

Jaringan Media
Ikuti juga perkembangan berita nasional, hukum, politik, dan dinamika daerah di Katasulsel.com, portal berita yang menyajikan laporan aktual dan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Rakyat bukan penonton dalam demokrasi. Hak memilih kepala daerah adalah hak konstitusional yang tidak boleh dirampas oleh DPR. Jika pilkada dipilih oleh DPR, maka yang lahir bukan pemimpin rakyat, melainkan pemimpin titipan elite,” tegas Saudara Fino

Dia juga menilai bahwa mekanisme pemilihan oleh DPR sangat rawan praktik transaksi politik, politik uang, dan kompromi kepentingan yang menjauhkan pemimpin dari aspirasi masyarakat. Kondisi ini berpotensi melahirkan pemerintahan daerah yang tidak berpihak pada rakyat kecil, melainkan pada kepentingan partai dan oligarki.

Lebih jauh, Fino memperingatkan bahwa penghapusan pilkada langsung dapat memicu krisis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif serta memperbesar potensi konflik sosial di daerah. Demokrasi yang sehat hanya dapat tumbuh jika rakyat dilibatkan secara langsung dalam menentukan masa depan daerahnya.

Jaringan Media
Ikuti juga perkembangan berita nasional, hukum, politik, dan dinamika daerah di Katasulsel.com, portal berita yang menyajikan laporan aktual dan terpercaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sebagai bentuk perlawanan, Serikat Gerakan Mahasiswa menyatakan siap menggalang konsolidasi nasional, melakukan aksi massa, serta mengawal setiap kebijakan DPR yang berpotensi merampas hak demokrasi rakyat.

“Demokrasi tidak boleh diperdagangkan. Pilkada langsung adalah harga mati. DPR wajib tunduk pada kedaulatan rakyat, bukan sebaliknya,” tutup pernyataan .(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.