Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 6718 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM — Ruang kuliah Doktoral di lantai 2 Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) ternyata tidak hanya menjadi tempat perkuliahan. Tetapi ruangan tersebut menjelma sebagai pusat lahirnya ide-ide strategis yang berorientasi pada pembangunan berbasis inovasi.

Seperti pada perkuliahan pada Sabtu (4/4) tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa Program Doktor (S3) UMS Rappang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, interaktif, dan berbasis riset. Kegiatan ini berlangsung dalam mata kuliah Pengembangan Kelembagaan dan Inovasi Desa yang dipandu oleh Prof. Dr. Nurjannah Nonci, M.Si.

Dalam perkuliahan tersebut, Prof. Nurjannah menegaskan pentingnya mengintegrasikan teori akademik dengan praktik lapangan. Menurutnya, pembangunan desa tidak bisa lagi berjalan secara konvensional, melainkan harus didorong oleh inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pengembangan kelembagaan desa harus berbasis inovasi, didukung tata kelola yang transparan dan kolaboratif. Mahasiswa doktoral diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis yang aplikatif,” ujarnya.

Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., yang juga merupakan mahasiswa S3 UMS Rappang juga terlibat dalam diskusi. Kehadirannya memberikan perspektif nyata terkait dinamika pemerintahan daerah,

sekaligus memperkaya pembahasan akademik dengan pengalaman empiris.

Kolaborasi antara akademisi dan praktisi ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa optimalisasi Ruang Calon Doktor merupakan bagian dari strategi kampus dalam membangun ekosistem akademik yang unggul dan inovatif.

“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga produktif dan kolaboratif, sehingga mampu melahirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan praktisi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan doktoral agar tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga berdampak luas secara implementatif.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan sinergi lintas sektor, mahasiswa S3 UMS Rappang diharapkan terus menghasilkan karya ilmiah yang inovatif, relevan, serta berkontribusi nyata dalam penguatan kelembagaan dan pembangunan desa di Indonesia.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.