
MAKASSAR, FAKTA1.COM – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mendorong kalangan aktivis dan generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Langkah ini dinilai krusial agar mereka mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang dinilai semakin kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Syaharuddin saat menjadi narasumber dalam Seminar Kebangsaan yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah Pergerakan Komunitas Kreatif (PGK) Sulawesi Selatan di Cafe Red Corner, Makassar, pada Sabtu (6/6/2026).
Seminar kali ini mengusung tema “Inklusivitas Pembangunan Daerah Berkelanjutan yang Berbasis Lokal”.
Dalam kegiatan tersebut, Syaharuddin hadir didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sidrap, Rohady Ramadhan. Acara ini juga dihadiri oleh deretan tokoh daerah dan nasional sebagai pemateri, di antaranya Andi Abdullah Rahim, Andi Chaidir Syam, Aliyah Mustika Ilham, Ketua Umum DPP PGK yang juga Bupati Lahat Bursah Zarnubi, serta Riyan Hidayat.
Pentingnya Kualitas SDM dan Peran Strategis Aktivis
Dalam pemaparannya, Syaharuddin menitikberatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan inovatif guna menghadapi perubahan zaman. Ia menegaskan bahwa aktivis memegang peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.
”Menjadi aktivis tidak cukup hanya memiliki semangat dan keberanian menyampaikan aspirasi. Aktivis hari ini harus memiliki kapasitas, wawasan, dan kompetensi yang kuat. Dunia terus berubah dengan sangat cepat. Jika kita tidak
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda yang kaya akan energi, kreativitas, dan gagasan baru.
Inovasi Digital dan Potensi Lokal
Di era digital saat ini, Syaharuddin meminta para aktivis untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperluas pengetahuan, membangun jejaring, dan menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
”Jangan pernah berhenti belajar. Hari ini kita hidup di era yang penuh persaingan. Mereka yang mampu bertahan adalah mereka yang terus meningkatkan kapasitas dirinya. Aktivis harus menjadi contoh dalam budaya belajar, budaya membaca, budaya berdiskusi, dan budaya menciptakan inovasi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan harus berbasis pada potensi lokal masing-masing wilayah, yang dikelola oleh SDM berkualitas dan bervisi jelas.
Menutup sesinya, Bupati Sidrap mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, serta berkolaborasi demi mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif.
Seminar yang dihadiri oleh mahasiswa, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat ini berlangsung dinamis dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. ()*








Tinggalkan Balasan