Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7597 Lihat semua

TOLIKARA, F1.Com – Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli terus memperkuat sinergi dalam mempersiapkan pelaksanaan Kegiatan Pelaku GIDI Wilayah Toli yang dijadwalkan berlangsung di Aula Klasis Kuari pada pertengahan tahun 2026.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung yang dilakukan Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos bersama Ketua GIDI Wilayah Toli, Pdt. Yeremias Wandik, S.Th, ke lokasi kegiatan pada Jumat (17/7/2026).

Bagi kedua pemimpin ini, persiapan sebuah pelayanan besar tidak hanya berbicara tentang kesiapan tempat dan perlengkapan. Lebih dari itu, pelayanan membutuhkan kebersamaan, tanggung jawab, serta kekuatan doa sebagai fondasi utama.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Willem Wandik memastikan seluruh kebutuhan teknis dapat dipenuhi sebelum kegiatan berlangsung. Dari hasil pengecekan di Aula Klasis Kuari, masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu segera dilengkapi, mulai dari kursi dan meja, ketersediaan air bersih, terpal, perlengkapan tidur, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.

Seluruh kebutuhan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan Kegiatan Pelaku GIDI Wilayah Toli dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta yang akan hadir.

Namun, di balik persiapan fisik itu, tersimpan makna yang jauh lebih besar. Persiapan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan gereja dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kokoh dalam iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan.

Usai meninjau Aula Klasis Kuari, rombongan melanjutkan kunjungan ke Bukit Doa Smirna, yang berada tidak jauh dari Kantor Klasis Kuari.

Bukit Doa Smirna merupakan tempat para pendeta, pelayan Tuhan, dan kader GIDI Klasis Kuari berkumpul untuk menjalani kehidupan doa dan puasa.

Di tempat yang penuh keteduhan itu, Pdt. Lingge Wanimbo

bersama para pelayan Tuhan terus memelihara kehidupan rohani melalui doa yang tidak pernah berhenti.

Mereka datang bukan untuk mencari pengakuan, melainkan merendahkan diri di hadapan Tuhan, membawa setiap pergumulan pelayanan, jemaat, serta masa depan daerah dalam doa dan puasa.

Bagi umat percaya, doa bukan sekadar rangkaian kata-kata. Doa adalah sumber kekuatan, pengharapan, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan atas setiap tantangan kehidupan dan pelayanan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Willem Wandik menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pendeta serta pelayan Tuhan yang dengan setia menjaga kehidupan doa di Bukit Doa Smirna.

Ia berharap semangat doa dan puasa terus dipelihara, bahkan semakin ditingkatkan sehingga menjadi bagian dari kehidupan setiap pelayan Tuhan maupun seluruh umat.

Menurut Willem Wandik, keberhasilan membangun Tolikara tidak hanya ditentukan oleh hadirnya jalan, gedung, maupun berbagai infrastruktur lainnya. Lebih dari itu, pembangunan sejati membutuhkan masyarakat yang memiliki hati yang takut akan Tuhan, hidup dalam kasih, menjaga persatuan, serta memiliki semangat melayani sesama.

“Kita percaya, ketika pemerintah, gereja, dan seluruh umat berjalan bersama dalam kasih, disertai doa yang tidak putus-putus, maka Tuhan akan membuka jalan, memberkati pelayanan, dan menuntun Tolikara menuju masa depan yang semakin diberkati,” menjadi pesan yang menguatkan dari rangkaian kunjungan tersebut.

Melalui sinergi yang terus terbangun antara Pemerintah Kabupaten Tolikara dan GIDI Wilayah Toli, persiapan Kegiatan Pelaku GIDI Wilayah Toli diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, pelayanan, dan kehidupan rohani masyarakat Tolikara.

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.