Fery Sirajuddin EDITOR FAKTA1
Redaktur Fakta1.com yang aktif mengawal informasi publik dan laporan faktual dari berbagai daerah.
Artikel: 7602 Lihat semua

SIDRAP, FAKTA1.COM — Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, menjadi saksi dimulainya babak baru sektor pertanian Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin langsung panen perdana program Indeks Pertanaman (IP) 300 pada Senin (20/7/2026), yang diyakini mampu melipatgandakan pendapatan petani hingga puluhan miliar rupiah setiap tahun.

Suasana panen berlangsung meriah dan spektakuler. Sebanyak lebih dari 20 unit combine harvester bergerak serentak memanen hamparan sawah seluas 30 hingga 40 hektare. Kehadiran alat mesin pertanian modern ini menjadi simbol nyata percepatan transformasi agraris di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama Kabupaten Sidrap.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala BPS Sidrap Andi Asmarani, anggota DPRD Sidrap Andi Tenri Sangka dan Kasman, Camat Pitu Riase A. Mukti Ali, serta Kepala Desa Bila Riase Sirajuddin.

Potensi Perputaran Ekonomi hingga Rp80 Miliar
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif mengungkapkan optimisme besar terhadap keberhasilan program IP300. Berdasarkan hasil ubinan di lapangan, produktivitas padi tercatat mencapai 8 hingga 10 ton per hektare.

Dengan asumsi harga gabah di tingkat petani senilai Rp7.000 per kilogram, setiap hektare sawah kini mampu menghasilkan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pola tanam konvensional sebelumnya.

Potensi Wilayah: Lahan seluas sekitar 400 hektare di Desa Bila Riase yang kini dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun diproyeksikan menghasilkan perputaran

uang mencapai Rp70 hingga Rp80 miliar setiap tahunnya bagi masyarakat setempat.

Cakupan Luas: Angka fantastis tersebut bahkan belum menghitung tambahan hasil dari program cetak sawah baru serta optimalisasi sawah tadah hujan yang terus digenjot oleh pemerintah daerah.

“Ini terobosan baru. Kita siap mendukung semuanya agar produktivitas pertanian di Bila Riase meningkat dua kali lipat. Dengan IP300, setiap empat bulan petani bisa menikmati hasil panen dan memperoleh penghasilan yang lebih besar,” ujar Syaharuddin.

Komitmen Pemerintah: Infrastruktur dan Teknologi Pertanian
Demi memastikan keberlanjutan program ini, Bupati Sidrap secara tegas menginstruksikan pendataan cepat terhadap seluruh kebutuhan mendasar petani. Fokus pembangunan diarahkan pada:

Pembangunan sumur bor, irigasi, dan embung.

Perbaikan saluran drainase guna mengantisipasi hambatan produksi di Kecamatan Pitu Riase.

Penguatan program optimalisasi lahan (Oplah) non-rawa.

Akselerasi pembangunan jaringan listrik ke kawasan pertanian untuk mendukung penggunaan teknologi modern.

Menutup arahannya, Bupati menegaskan agar tidak ada sejengkal pun lahan pertanian yang dibiarkan menganggur (idle land). Seluruh potensi wilayah wajib dimanfaatkan secara maksimal demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

“Jangan ada tanah yang menganggur. Perbaiki semuanya agar penghasilan masyarakat terus meningkat. Saya yakin IP300 akan menjadi kekuatan baru yang membawa petani Sidrap semakin sejahtera,” pungkasnya.(*)

Gambar berita Fakta1

Anda membaca fakta1.com network katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.