
SIDRAP, FAKTA1.COM— Kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dimulai dari hal-hal sederhana di rumah, mulai dari menghemat air, memastikan instalasi listrik aman, hingga tidak membakar sampah sembarangan.
Pesan itulah yang ditekankan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4/3/BPBD tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau (El Nino) dan Potensi Bencana Lainnya.
Surat edaran yang diterbitkan pada 20 Juli 2026 tersebut ditujukan kepada para camat, lurah, kepala desa, serta panitia pembangunan masjid agar diteruskan kepada masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam surat edaran tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kesiapsiagaan sebagai langkah awal mencegah terjadinya bencana.
“Memasuki musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara dan berkurangnya curah hujan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti kekeringan, kebakaran lahan, kebakaran permukiman, serta gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem,” jelas Bupati.
Sebagai langkah pencegahan kebakaran, masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak menyalakan petasan atau kembang api.
Warga juga diimbau menghindari aktivitas yang dapat memicu percikan api di kawasan kering dan mudah terbakar, sekaligus menyediakan alat pemadam sederhana di lingkungan rumah masing-masing.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman dan sesuai standar. Penggunaan sambungan listrik secara berlebihan (overload) dihindari, sementara seluruh peralatan listrik yang tidak digunakan agar dimatikan untuk mencegah korsleting yang dapat memicu
Mengantisipasi potensi kekeringan, masyarakat diminta menghemat penggunaan air bersih, menjaga sumber-sumber air yang tersedia, serta menyiapkan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Selain kekeringan dan kebakaran, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi angin kencang, pohon tumbang, serta dampak kesehatan akibat perubahan cuaca yang ekstrem,” pesan Bupati Syaharuddin.
Surat edaran tersebut juga menekankan pentingnya peran rumah ibadah dalam memperluas edukasi kebencanaan. Pengurus masjid diharapkan menyampaikan imbauan kesiapsiagaan secara rutin kepada jemaah, baik sebelum maupun setelah pelaksanaan ibadah, sehingga kesadaran masyarakat terhadap upaya mitigasi bencana terus meningkat.
Selain itu, para camat, lurah, dan kepala desa diminta aktif menyosialisasikan isi surat edaran kepada masyarakat di wilayah masing-masing agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Bupati juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat atau potensi bencana kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidrap melalui layanan WhatsApp Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di nomor 0878-4898-7979 (Nirwana Sari/Operator Pusdalops) agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Melalui surat edaran ini, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap budaya kesiapsiagaan dimulai dari lingkungan keluarga dan rumah tangga, kemudian diperkuat oleh pemerintah desa, kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi tersebut, risiko bencana selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan lingkungan tetap terjaga.(*)








Tinggalkan Balasan