
MAKASSAR, F1— Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Ikatan Kekerabatan Masyarakat Sidenreng Rappang (IKM) bersama Ikatan Sarjana Asal Sidrap (ISA), Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Unhas & Convention Center, Makassar, menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi warga Sidrap untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Mubes ke-8 tersebut mengagendakan pemilihan pengurus baru periode 2026-2031, evaluasi program kerja, serta penyusunan arah organisasi ke depan.
Turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Yarham Yasmin, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, anggota DPRD Sidrap, para asisten, kepala perangkat daerah, kepala bagian sekretariat daerah, camat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Mewakili Gubernur Sulsel, Yarham Yasmin menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar IKM Sidrap dan ISA Sidrap yang selama ini menjadi wadah pemersatu masyarakat Sidrap di berbagai daerah.
- 90 Menit Tak Ada Gol, Nasib Bone FC Ditentukan dari Titik Putih Sidrap Cup
- Heboh MBG: Mahfud MD Soroti Perubahan Daftar 24 ke 34 Nama dan Isu “Mafia Hukum”
- Mantan Wakapolri Oegroseno Sebut Penanganan Roy Suryo–Dokter Tifa Berlebihan hingga Dinilai Abaikan Kemanusiaan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
“Keberadaan kedua organisasi ini tidak hanya penting bagi masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang, tetapi juga memiliki kontribusi yang besar dalam mendorong kemajuan Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan dan profesi seperti IKM dan ISA memiliki peran strategis dalam menjembatani gagasan, pengalaman, dan sumber daya untuk mendukung pembangunan daerah.
Ia berharap IKM dan ISA dapat mengambil peran lebih besar dalam mencetak generasi Sidrap yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing global.
- 90 Menit Tak Ada Gol, Nasib Bone FC Ditentukan dari Titik Putih Sidrap Cup
- Heboh MBG: Mahfud MD Soroti Perubahan Daftar 24 ke 34 Nama dan Isu “Mafia Hukum”
- Mantan Wakapolri Oegroseno Sebut Penanganan Roy Suryo–Dokter Tifa Berlebihan hingga Dinilai Abaikan Kemanusiaan
- Lihat semua berita terbaru di Katasulsel
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memaparkan capaian satu tahun pemerintahan serta sejumlah program prioritas yang akan digenjot pada 2026.
Bupati menyampaikan rasa syukur atas amanah masyarakat Sidrap yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan tersebut hingga akhir masa jabatan.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama melaksanakan musyawarah besar ke-8 IKS Sidrap bersama Ikatan Sarjana Asal Sidrap di Hotel Unhas Convention. Saya Bupati Sidrap diberikan amanah oleh masyarakat Sidrap kurang lebih 70 persen dan tentu saya akan jaga amanah tersebut sampai periode saya selesai,” ujarnya.
Syaharuddin kemudian memaparkan perkembangan 14 program unggulan pemerintahannya. Ia menyebut program BPJS gratis bagi masyarakat Sidrap telah terealisasi 100 persen, disusul program pupuk lancar yang juga telah berjalan.
Pada sektor pendidikan, ia menyampaikan peningkatan indeks pembangunan manusia dalam beberapa tahun terakhir. Sementara pada bidang infrastruktur, pemerintah daerah terus mempercepat perbaikan jalan.
“Jalan yang rusak sekitar 955 kilometer tahun lalu. Kita sudah perbaiki kurang lebih 30 kilometer tahun ini dengan sumber anggaran komunikasi dengan pusat, bantuan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, serta efisiensi APBD bersama DPRD,” jelasnya.
Ia menargetkan perbaikan jalan sepanjang 327 kilometer menjadi fokus pembangunan. Sejumlah ruas yang telah dikerjakan di antaranya Sidrap-Soppeng, Tanrutedong-Dongi, Bulucenrana-Anabanua, Bina Baru-Kulo-Maddenge, Rijang Pannua-Mario, serta Laccirang-Dongi.
Bupati
Menurutnya, peningkatan tersebut didukung sektor produksi pertanian. Produksi gabah yang sebelumnya sekitar 400 ribu ton meningkat menjadi 679 ribu ton pada 2025. Ia menargetkan produksi satu juta ton gabah yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp7 triliun.
Selain pembangunan infrastruktur dan ekonomi, Bupati juga mendorong peningkatan aktivitas daerah melalui berbagai kegiatan. Salah satunya Porseni PGRI Sulsel yang akan berlangsung 1-5 Juli 2026 di Sidrap dan diperkirakan menghadirkan sekitar 65 ribu peserta.
Ia juga meminta peningkatan jumlah mahasiswa KKN Unhas yang ditempatkan di Sidrap dari sebelumnya sekitar 700 orang menjadi 2.200 orang.
“Intinya di Sidrap 2026 ini saya akan lebih gas lagi dengan kerja sama semuanya dengan IKS, ISA, DPRD, yudikatif, dan pemerintah provinsi dalam rangka mencapai misi Sidrap maju dan sejahtera,” katanya.
Syaharuddin turut menyampaikan penghargaan yang diterima Pemkab Sidrap sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan dan stunting terendah di Sulawesi. Penghargaan tersebut disertai hadiah Rp3 miliar yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur jalan.
Ia mengajak warga Sidrap yang berada di perantauan untuk ikut berkontribusi membangun daerah. “Saya akan bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk masyarakat Sidrap yang maju dan sejahtera. Yang di luar Sidrap ayo kita pulang ke Sidrap kita bangun sama-sama Sidrap,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IKM Sidrap Andi Alimuddin Unde mengatakan Mubes ke-8 menjadi momentum penting memperkuat hubungan sosial antarwarga Sidrap. Menurutnya, organisasi kekerabatan membutuhkan solidaritas dan kepedulian bersama agar mampu memberikan kontribusi bagi daerah.
“Relatif susah sebenarnya mengurus organisasi kekerabatan seperti ini karena kalau kita tidak mampu menumbuhkan solidaritas antara anggota maka dalam upaya mendorong kemajuan itu susah,” katanya.
Ia berharap IKM dan ISA terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong inovasi pembangunan.
Ketua ISA Sidrap Mahmud La Kaiya juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ia menyebut ISA dan IKM selama ini telah berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial, seperti bantuan bagi korban gempa Mamuju, fasilitasi promosi kebudayaan Sidrap di Kementerian Pariwisata, serta pelatihan pemanfaatan eceng gondok.
“Mudah-mudahan dalam kesempatan Mubes ini bukan hal yang merendahkan wibawa organisasi kita, tetapi tentu kita akan mengangkat organisasi ini bisa sejajar dengan organisasi yang lebih bagus perkembangannya untuk berkontribusi bagi daerah dan masyarakat Sidrap,” ujarnya.








Tinggalkan Balasan